FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan rangkaian hari keempat asesmen lapangan re-akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPTKes). Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kunjungan wahana jejaring sebagai bagian dari penilaian keterpaduan pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kunjungan berlangsung di Puskesmas Samigaluh I dan SMK Negeri I Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 14 Januari 2026.
Kunjungan tim asesor LAMPTKes didampingi oleh pengelola Departemen dan Program Studi Subspesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, peserta didik, serta tenaga kependidikan. Rombongan disambut oleh Kepala Puskesmas Samigaluh I, dr. Dhian Anggorowati, dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam pertemuan tersebut, pihak Puskesmas memaparkan pelaksanaan program pencegahan stunting yang dilakukan secara berkelanjutan sejak pra-konsepsi hingga masa kehamilan dan nifas.
Program ini dinilai memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya Dinas Kesehatan setempat serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya kesehatan di wilayah Samigaluh. Angka stunting dilaporkan mengalami penurunan sejak tahun 2022 dan telah mencapai target nasional sebesar 14 persen. Diskusi juga membahas hasil Root Cause Analysis terkait faktor-faktor penyebab tingginya angka stunting, serta pentingnya keberlanjutan program Pengabdian kepada Masyarakat bagi ibu hamil, kader, dan tenaga puskesmas.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke SMK Negeri I Samigaluh yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Ari Daruningsih. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas konsistensi Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam melaksanakan program edukasi sejak tahun 2022. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan pengetahuan dan perhatian remaja terhadap pentingnya nutrisi, kesehatan reproduksi, serta kesiapan pra-konsepsi.
Para asesor menekankan perlunya tindak lanjut dan evaluasi berkelanjutan agar dampak program dapat terpantau secara optimal. Melalui kegiatan ini, siswa SMA dan SMK di wilayah Samigaluh memperoleh pemahaman mengenai pentingnya persiapan usia dan kematangan organ reproduksi sebelum kehamilan, sebagai upaya pencegahan pernikahan dini, kehamilan usia muda, dan stunting.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya pencegahan stunting dan penguatan layanan kesehatan ibu mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, peningkatan edukasi kesehatan reproduksi remaja berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, dan sekolah mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Munjayati).




