FK-KMK UGM Laksanakan Ujian Tahap 1 PPDS Dermatologi dan Venereologi untuk Jaga Mutu Pendidikan Spesialis

FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM menyelenggarakan Ujian Tahap 1 Program Pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi sebagai bagian dari evaluasi akademik dan klinis peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Radiopoetro Lantai 3 FK-KMK UGM pada 6 dan 8 Januari 2025, dengan tujuan menilai capaian kompetensi peserta PPDS sebelum melanjutkan ke tahap pendidikan berikutnya. Ujian Tahap 1 terdiri atas Ujian Tertulis yang diselenggarakan pada Selasa, 6 Januari 2025, serta Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Tahap 1 pada Kamis, 8 Januari 2025.

Sebanyak tujuh peserta mengikuti ujian tahap ini, yakni dr. Adisty Ridha Damasuri, dr. Maulidina Agustin, dr. Okta Adinanto Prabowo, dr. Paulina Astri Utami, dr. Prayoga Adinawer Sirait, dr. Yolanda Irawati, dan dr. Yulia Dwiana Putri. Para peserta telah menjalani proses pendidikan dan pembelajaran intensif di bidang dermatologi, venereologi, dan estetika medis sebelum mengikuti evaluasi tahap pertama ini.

Ujian Tertulis Tahap 1 dirancang untuk mengevaluasi penguasaan teori dasar yang meliputi ilmu dermatologi, venereologi, serta aspek estetika medis. Materi yang diujikan mencerminkan landasan ilmiah yang harus dikuasai peserta sebagai calon dokter spesialis. Sementara itu, ujian OSCE Tahap 1 berfokus pada penilaian keterampilan klinis dasar, kemampuan komunikasi dengan pasien, ketepatan penegakan diagnosis awal, serta sikap profesional dalam praktik kedokteran. Metode OSCE memungkinkan pengujian kompetensi secara terstruktur melalui berbagai stasiun kasus yang mensimulasikan situasi klinis nyata.

Pelaksanaan ujian ini menjadi instrumen penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan dokter spesialis di lingkungan FK-KMK UGM. Evaluasi yang komprehensif memastikan bahwa setiap peserta memiliki kesiapan akademik, klinis, dan profesional sebelum melanjutkan ke tahapan pendidikan yang lebih lanjut dan kompleks. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen departemen dalam menjaga standar kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang terstandar, sistematis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, secara tidak langsung kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena peningkatan kompetensi dokter spesialis akan berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi, Widya Khairunnisa Sarkowi).