FK-KMK UGM Laksanakan Program SatuJantung untuk Bangun Masyarakat Tanggap Darurat Jantung di Bantul

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Program SatuJantung dengan Pendekatan Collective Care dan Kesetaraan Gender.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 13 Juli 2025, di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, oleh tim pengabdi yang diketuai oleh dr. Beta Ahlam Gizela, Sp.FM(K), DFM. Monitoring kegiatan dilakukan langsung oleh Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG, Subsp. Urogin-RE, selaku perwakilan tim monitoring Hibah DAMAS FK-KMK UGM.

Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa tahun sebelumnya, namun kini dengan sasaran yang lebih luas dan inklusif. Tidak hanya menyasar perempuan berisiko tinggi, program tahun ini juga melibatkan pria serta kalangan pemuda sebagai bagian penting dalam sistem tanggap darurat jantung di masyarakat. Pelibatan aktif laki-laki diharapkan membuka kesadaran bahwa penyakit jantung tidak mengenal gender, sementara generasi muda dilatih menjadi penolong pertama saat terjadi kasus henti jantung di lingkungan sekitar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pengetahuan dan praktik langsung tentang cara mengenali gejala serangan jantung, melakukan resusitasi jantung paru (CPR), serta mengaktifkan sistem pertolongan darurat. Program ini juga memperkenalkan aplikasi digital yang memiliki fitur penghubung otomatis ke layanan ambulans, sehingga mempercepat respon terhadap kasus darurat. “Kami ingin membangun kesadaran kolektif dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi henti jantung. Setiap orang harus siap menjadi penyelamat,” ujar dr. Beta saat memberikan sambutan pembuka.

Kegiatan pelatihan tidak hanya berlangsung satu kali, tetapi dilakukan sebanyak tiga kali kepada kelompok masyarakat yang sama. Pendekatan berulang ini bertujuan memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta, sekaligus membentuk kebiasaan kolektif dalam menjaga kesehatan jantung. Dengan metode pembelajaran berkelanjutan, FK-KMK UGM berharap masyarakat mampu menciptakan budaya collective care yang mandiri dan berkesinambungan.

Program SatuJantung ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam pencegahan dan penanganan penyakit jantung, SDG 4: Pendidikan Berkualitas tentang edukasi penanganan penyakit jantung, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarlembaga dan layanan kesehatan darurat. Selain itu juga sejalan dengan SDG 5: Kesetaraan Gender, program ini turut mengimplementasikan prinsip kesetaraan gender dalam bidang kesehatan, memastikan bahwa pria dan wanita memiliki peran yang sama dalam menjaga kesejahteraan komunitas.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FK-KMK UGM dalam memperkuat peran pendidikan kedokteran bagi masyarakat. Melalui pelatihan berbasis kolaborasi dan kepedulian bersama, FK-KMK UGM terus mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, tanggap, dan berdaya menghadapi tantangan kesehatan jantung di masa depan. (Kontributor: Resha Ayu).