FK-KMK UGM Laksanakan Program Magang Mahasiswa Keperawatan dengan Layanan Terapi Sujok

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan layanan Terapi Sujok yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan sebagai bagian dari Pembelajaran di Luar Program Studi Program Magang Terapi Sujok. Kegiatan ini ditujukan bagi sivitas akademika dan dilaksanakan di Gedung Ismangoen lantai 3 FK-KMK UGM. Pelaksanaan layanan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian program magang yang berjalan sejak 9 Februari hingga 6 Juni 2026.

Pada pelaksanaan layanan tanggal 27 Februari 2026, sebanyak 23 mahasiswa memberikan terapi kepada 35 sivitas akademika yang terdiri atas 5 laki-laki dan 30 perempuan. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Koordinator PLPS PMTS, Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MNSc., PhD, guna memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai prosedur dan standar praktik terapi komplementer. Ia menyampaikan bahwa pendekatan ini memberi pengalaman autentik sekaligus menghasilkan data yang dapat dikembangkan untuk kepentingan akademik.

Mayoritas peserta datang dengan keluhan fisik berupa nyeri. Keluhan nyeri kepala dan ekstremitas masing-masing mencapai 26 persen, diikuti nyeri punggung sebesar 23 persen serta gangguan pencernaan sebesar 16 persen. Selain itu, terdapat satu kasus gangguan pernapasan dan dua kasus keluhan emosional berupa rasa takut dan cemas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan keluhan dalam waktu relatif singkat.

Rata-rata skor nyeri sebelum terapi berada pada angka 4,8 dalam skala 0–10. Setelah lima menit intervensi, skor menurun menjadi 3,26, kemudian menjadi 3 pada menit ke-15, dan mencapai rata-rata 1 setelah 30 menit terapi. Respons tercepat tercatat pada kasus pegal dengan skor awal 5 yang menurun menjadi 0 dalam lima menit setelah stimulasi menggunakan probe dan penempelan biji.

Program PLPS PMTS ini melibatkan tim dosen bersertifikat terapis Sujok dari BNSP lintas departemen di FK-KMK UGM yang berperan dalam supervisi dan pengembangan kurikulum berbasis praktik. Dosen yang terlibat antara lain Dr. Akhmadi, Dr. Ibrahim Rahmat, Dwi Harjanto, Ema Madyaningrum, Moh. Hendra Setia L., dan Purwanta dari Departemen Keperawatan Jiwa dan Komunitas; Arifin Triyanto, Dr. Heni Suseany Pangastuti, dan Melyza Perdana dari Departemen Keperawatan Medikal Bedah; Ariani Arista Putri P. dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi; serta Janatin Hastuti dari Departemen Gizi Kesehatan. Keterlibatan lintas departemen ini memperkuat integrasi keilmuan serta memastikan mutu pelaksanaan program magang tetap terjaga sepanjang periode kegiatan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bermakna karena dapat mengintegrasikan keterampilan asesmen klinis, komunikasi terapeutik, serta evaluasi respons pasien secara langsung. Program ini juga melibatkan dosen lintas departemen yang bersertifikat terapis Sujok dari BNSP dan berperan dalam supervisi serta pengembangan program selama periode magang.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan layanan terapi komplementer yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan penurunan keluhan nyeri secara nonfarmakologis, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan inovasi praktik terapi komplementer berbasis keilmuan serta pemanfaatan metode alternatif yang terintegrasi dengan sistem pendidikan tinggi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terlihat melalui kolaborasi lintas departemen dan keterlibatan dosen bersertifikat dalam mendukung keberhasilan program magang berbasis praktik. (Kontributor: Prof. Intansari Nurjannah, SKp., MNSc., PhD)