FK-KMK UGM Kirim Tim Obstetri dan Ginekologi Tangani Kesehatan Ibu dan Bayi di Aceh

FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan pengabdian kemanusiaan dengan mengirimkan dokter spesialis dan residen untuk memberikan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal pada masa Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Kegiatan ini bertujuan memperkuat layanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah terdampak banjir serta memastikan keberlangsungan pelayanan obstetri dan ginekologi di tengah situasi krisis. Penugasan dilaksanakan secara bertahap pada periode 14 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 di sejumlah kabupaten terdampak, antara lain Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

Penugasan pertama dilakukan oleh dr. Adi Ariffianto, PhD, residen spesialis Obstetri dan Ginekologi, pada 14–22 Desember 2025 di RSUD Muchtar Hasbi. Selama bertugas, dr. Adi memberikan pelayanan di poliklinik, melakukan pemeriksaan ibu hamil di pos pengungsian, serta menangani pasien di Puskesmas Bhaktiya. Kasus yang banyak ditemui meliputi hiperemesis gravidarum, abortus, serta pelayanan antenatal care rutin.

Penugasan berikutnya dilaksanakan oleh dr. Yosy Ridinal Fitra pada 20–29 Desember 2025 di Lhoksukon, Aceh Utara. Pelayanan meliputi pemeriksaan antenatal, rawat luka pascaoperasi, konsultasi kesehatan kehamilan dan pasien umum, pemeriksaan ultrasonografi, serta pelatihan penggunaan Aspirasi Vakum Manual. Tim bergerak dari puskesmas ke posko bencana hingga kunjungan langsung ke rumah pengungsian. Kolaborasi dilakukan bersama KAGAMA Aceh Utara, Universitas Malikussaleh, Universitas Sebelas Maret, dan MER-C dalam pelayanan di sejumlah desa terdampak.

Pelayanan dilanjutkan oleh dr. Laily Anna Diah Ardi Shinta pada 23–29 Desember 2025 di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Selain pemeriksaan antenatal dan ultrasonografi di fasilitas kesehatan dan wilayah terisolasi, tim juga bekerja sama dengan Universitas Teuku Umar dalam penyaluran logistik dan obat-obatan. Kolaborasi lintas disiplin turut diwujudkan melalui penyediaan mesin penjernih air tenaga surya dan hibah sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih di RSUD Muyang Kute. Inisiasi mitigasi bencana dan pengembangan Hospital Disaster Plan juga dilakukan bersama tim Academic Health System UGM.

Sebagai penugasan terakhir, dr. Kuky Cahya Hamurajib, SpOG, bertugas pada 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 di Aceh Utara. Pelayanan mencakup pemeriksaan di posko pengungsian, puskesmas, praktik mandiri bidan, serta kunjungan pasien rumah sakit. Dalam periode ini, tercatat 293 pasien umum dan 184 ibu hamil mendapatkan pelayanan, dengan 15 pasien dirujuk ke fasilitas rumah sakit. Tim juga mengidentifikasi sejumlah fasilitas kesehatan yang belum dapat berfungsi optimal akibat kerusakan pascabanjir.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyediaan layanan kesehatan ibu dan anak yang esensial di situasi darurat, SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan dengan penguatan ketangguhan fasilitas kesehatan dan masyarakat terhadap bencana, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan jejaring alumni dalam respons kesehatan. (Kontributor: Munjayati).