FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melalui Cochrane Indonesia dan Pusat Kajian Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU) turut berpartisipasi dalam Cochrane Living Guidelines in Health Workshop 2025 yang berlangsung di National Institute of Health (NIH), Selangor, Malaysia, pada 22–23 Mei 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh dua delegasi dari FK-KMK UGM, yaitu dr. Mawaddah Ar Rochmah, Ph.D., Sp.N., selaku Koordinator Divisi Translasi Cochrane Indonesia, serta dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D., selaku Editor Cochrane Translation Indonesia.
Workshop yang diselenggarakan oleh sektor Evidence-Based Healthcare (SEBH) NIH Malaysia ini merupakan hasil kolaborasi dengan Cochrane Malaysia dan Cochrane Australia. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai konsep dan penerapan living guidelines, yakni panduan klinis yang secara berkelanjutan diperbarui mengikuti perkembangan bukti ilmiah terbaru. Pendekatan ini menjadi penting dalam memastikan rekomendasi medis tetap relevan, valid, dan kontekstual dengan dinamika ilmu pengetahuan yang terus berkembang.
Materi yang dibahas mencakup penyusunan protokol living guideline, strategi tata kelola dan pendanaan, serta integrasi informasi non-klinis dalam proses pembuatan rekomendasi. Selain itu, para peserta juga mengikuti sesi diskusi kelompok yang membahas penentuan topik prioritas, mekanisme kolaborasi lintas institusi, serta strategi implementasi living guideline di tingkat nasional maupun internasional.
Partisipasi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen universitas dalam memperkuat jejaring akademik global serta mendorong penerapan evidence-based practice di bidang kesehatan. Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, FK-KMK UGM berperan aktif dalam pengembangan kebijakan klinis yang lebih dinamis dan adaptif terhadap temuan ilmiah terkini.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem pelayanan berbasis bukti ilmiah. Selain itu, pelaksanaan workshop ini turut mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dengan mendorong inovasi dalam pengembangan panduan medis berbasis teknologi digital, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarnegara dalam riset dan kebijakan kesehatan global.
Keikutsertaan FK-KMK UGM dalam Cochrane Living Guidelines in Health Workshop 2025 menjadi langkah strategis untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu kedokteran berbasis bukti dan meningkatkan kapasitas institusi dalam membangun kolaborasi global yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Tim CEBU)




