FK-KMK UGM Kembangkan Riset Inovatif Deteksi Resistensi Nyamuk Aedes untuk Dukung Pengendalian DBD

FK-KMK UGM. Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan penelitian lapangan dan laboratorium sebagai bagian dari upaya penguatan riset kesehatan masyarakat dalam pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Departemen Parasitologi FK-KMK UGM dengan fokus pada deteksi resistensi insektisida pada nyamuk Aedes sp. sebagai vektor utama DBD. Penelitian ini telah berlangsung sejak September 2025 dan dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Klaten, yakni Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara, serta Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk, Provinsi Jawa Tengah.

Di tengah meningkatnya kasus DBD di Indonesia, resistensi insektisida menjadi tantangan serius dalam pengendalian vektor penyakit. Penggunaan insektisida yang berulang dan tidak terkontrol selama bertahun-tahun menyebabkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus semakin kebal terhadap bahan aktif tertentu, sehingga efektivitas strategi pengendalian konvensional terus menurun. Kondisi ini menuntut pendekatan baru yang berbasis data dan inovasi.

Tim peneliti FK-KMK UGM yang dipimpin oleh dr. Alfin Harjuno Dwiputro, M.Sc. mengusung penelitian berjudul “Field Testing of In-House Filter Paper as a Sample Collection Tool for Detecting Insecticide Resistance on Aedes sp.”. Dalam kegiatan lapangan, tim memasang ovitrap sebagai alat sederhana untuk mengumpulkan telur nyamuk dari lingkungan permukiman warga. Telur yang terkumpul kemudian dikembangkan menjadi nyamuk dewasa di laboratorium Departemen Parasitologi FK-KMK UGM untuk diuji tingkat kerentanannya terhadap insektisida.

Selain uji bioassay, penelitian ini juga memanfaatkan pemeriksaan genetik menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) guna mendeteksi mutasi gen yang berkaitan dengan resistensi insektisida. Menariknya, penelitian ini mengembangkan filter paper buatan lokal sebagai media koleksi sampel, yang menjadi alternatif alat impor dengan biaya lebih terjangkau. Filter paper tersebut awalnya dikembangkan di Departemen Biokimia FK-KMK UGM oleh dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D. untuk isolasi DNA manusia, sebelum kemudian diadaptasi untuk kepentingan riset parasitologi.

dr. Alfin menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan metode, tetapi juga pada dampak nyata bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi sederhana seperti filter paper dapat memberikan dampak nyata dalam pengendalian DBD. Ini adalah langkah kecil dari desa, tetapi bisa berkontribusi besar bagi dunia,” ujarnya.

Penelitian ini menunjukkan komitmen FK-KMK UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis sumber daya lokal untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Melalui riset lapangan yang terintegrasi dengan penguatan kapasitas laboratorium, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi pengendalian vektor yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di wilayah lain di Indonesia maupun negara tropis lainnya.

Penelitian ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui upaya peningkatan efektivitas pengendalian DBD berbasis pemahaman resistensi nyamuk. SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan adanya penelitian yang dilakukan. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dari pengembangan inovasi filter paper lokal yang memperkuat kapasitas riset nasional dan kemandirian teknologi. Serta SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan didukung melalui keterlibatan masyarakat desa dalam penelitian yang meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan komunitas terhadap ancaman kesehatan lingkungan. (Kontributor: Alfin Harjuno Dwiputro).