FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center for Health Behavior and Promotion/CHBP) menyelenggarakan koordinasi dan sosialisasi program pengabdian kepada masyarakat sebagai langkah awal implementasi Program Puskesmas Inklusif bertajuk “FASKES Sahabat Kita Semua”. Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juli 2026 di Puskesmas Umbulharjo 1, Kota Yogyakarta, ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan primer yang inklusif, ramah, dan bebas stigma, khususnya bagi orang dengan HIV (ODHIV) dan penyintas tuberkulosis (TB). Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendorong terciptanya lingkungan layanan yang menghargai setiap individu tanpa diskriminasi.
Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasan Basri, M.A., bersama tim CHBP FK-KMK UGM. Kehadiran tim disambut oleh Kepala Puskesmas Umbulharjo 1, drg. Yunita Haryanti, M.M., didampingi penanggung jawab Program Pencegahan Penyakit Menular, dr. Siti Kusdinariyalun Handarumurti, penyuluh kesehatan masyarakat Lany Kurniati, serta pelaksana Program Pencegahan Penyakit Menular Sri Setiari. Pertemuan ini menjadi ruang awal untuk menyamakan pemahaman mengenai tujuan program, mekanisme pelaksanaan, serta peran tenaga kesehatan dalam mewujudkan pelayanan yang lebih inklusif.
Program Puskesmas Inklusif merupakan kelanjutan dari kerja sama FK-KMK UGM dan Puskesmas Umbulharjo 1 dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui program “FASKES Sahabat Kita Semua”, kedua institusi berupaya membangun lingkungan pelayanan yang terbuka, menghargai keberagaman, dan memberikan rasa aman kepada setiap pasien.
Salah satu kegiatan yang direncanakan dalam program ini adalah diskusi reflektif secara berkala melalui grup WhatsApp. Setelah bergabung dalam grup tersebut, peserta akan mengikuti diskusi sebanyak satu hingga dua kali setiap bulan, mulai Agustus 2026. Program ini direncanakan melibatkan sekitar 57 pegawai Puskesmas Umbulharjo 1. Melalui diskusi berkelanjutan, para peserta diharapkan dapat berbagi pengalaman, mengevaluasi praktik pelayanan sehari-hari, serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki untuk menciptakan layanan yang lebih ramah dan bebas stigma.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mubasysyir Hasan Basri menjelaskan bahwa program ini berangkat dari keprihatinan terhadap stigma yang masih dialami oleh ODHIV dan penyintas tuberkulosis. Stigma tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis individu, tetapi juga dapat menjadi hambatan ketika mereka membutuhkan layanan kesehatan. Pengalaman diskriminasi atau kekhawatiran terhadap penilaian negatif dapat membuat seseorang enggan mengakses pelayanan, menunda pemeriksaan, maupun mengalami kesulitan dalam menjalani pengobatan secara teratur.
Dampaknya tidak berhenti pada individu. Keterlambatan diagnosis dan pengobatan juga dapat mempersulit upaya pengendalian penyakit, termasuk HIV dan tuberkulosis. Karena itu, fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang mendukung pasien untuk mencari pertolongan tanpa rasa takut atau malu. Pelayanan yang inklusif membutuhkan dukungan sistem sekaligus komitmen tenaga kesehatan untuk memperlakukan setiap pasien secara adil dan bermartabat.
Melalui koordinasi dan sosialisasi ini, CHBP FK-KMK UGM bersama Puskesmas Umbulharjo 1 meletakkan dasar bagi pelaksanaan Program Puskesmas Inklusif secara berkelanjutan. Keterlibatan pegawai melalui diskusi reflektif diharapkan dapat memperkuat pemahaman, membangun kepedulian, dan mendorong perubahan praktik pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, upaya mengurangi stigma tidak hanya menjadi pemahaman bersama, tetapi juga tercermin dalam interaksi nyata antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan layanan kesehatan primer yang inklusif dan dukungan bagi penanggulangan HIV serta tuberkulosis. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui upaya mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi FK-KMK UGM dan Puskesmas Umbulharjo 1 dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. (Kontributor: Tim Abdimas MKM).



