FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan penelitian berbasis hibah internasional terkait penggunaan klorinasi untuk air minum aman pedesaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Daniel, M.Sc., sebagai peneliti utama yang memperoleh pendanaan dari Kurita Water and Environment Foundation Jepang, dengan dukungan kolaborasi bersama LSM Way Mitra Indonesia atau Water Mission dari Amerika Serikat. Penelitian dilaksanakan pada sejumlah desa intervensi di Kabupaten Kupang dan wilayah sekitarnya, dengan tujuan mengevaluasi efektivitas penerapan klorinasi sekaligus memahami respons sosial masyarakat terhadap teknologi penyediaan air minum aman.
Dalam rangkaian kegiatan lapangan, Dr. Daniel melakukan survei rumah tangga di empat desa intervensi Way Mitra Indonesia di Kabupaten Kupang. Survei ini menggali persepsi, tingkat penerimaan, serta pola perilaku masyarakat dalam menggunakan air minum yang telah melalui proses klorinasi. Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan penyediaan air bersih tidak hanya ditentukan oleh keandalan sistem teknis, tetapi juga oleh dimensi sosial, budaya, dan perilaku pengguna. Selain pengumpulan data kuantitatif, dilakukan pula wawancara mendalam dengan para pengelola sistem air desa untuk mengidentifikasi tantangan operasional, aspek pembiayaan, serta keberlanjutan layanan. Tim peneliti juga melakukan kunjungan lapangan ke beberapa desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi penyediaan air bersih di wilayah pelosok dan rawan kekurangan air.
Rangkaian penelitian ditutup dengan workshop dan diskusi kebijakan mengenai tata kelola serta pembiayaan layanan air minum di NTT yang melibatkan perwakilan pemerintah provinsi dan organisasi non-pemerintah. Workshop dibuka oleh Kepala Bapperida Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., dan ditutup oleh Direktur Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi Parwitasari Saronto, ST, MSIE. Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan temuan ilmiah dengan perencanaan pembangunan daerah, sehingga rekomendasi berbasis bukti dapat terintegrasi dalam kebijakan publik dan strategi pembiayaan jangka panjang.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak diwujudkan melalui upaya memastikan akses air minum aman dan terjangkau di wilayah pedesaan. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera didukung karena ketersediaan air bersih berkontribusi signifikan dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, kolaborasi internasional antara perguruan tinggi, lembaga donor, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam memperkuat pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Ragil Suciningsih dan Nia Lestari Muqarohmah).


