FK-KMK UGM Kembangkan Pembelajaran Aplikatif melalui Workshop Analisis qPCR

FK-KMK UGM. Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan workshop teknik quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) bekerja sama dengan PT. Kairos sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang biologi molekuler. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedik yang memiliki ketertarikan pada pengembangan keterampilan laboratorium dan penelitian berbasis molekuler. Pelaksanaan workshop pada Rabu, 4 Maret 2026, dirancang sebagai pembelajaran aplikatif yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung dalam satu rangkaian kegiatan.

Melalui pendekatan yang bersifat praktis dan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai qPCR, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan analisis. Proses pembelajaran mencakup persiapan sampel, pengaturan komponen reaksi, hingga teknik interpretasi hasil yang akurat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap metode qPCR sebagai salah satu teknik utama dalam analisis ekspresi gen di bidang biomedik.

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami penerapan nyata metode molekuler dalam penelitian bagi mahasiswa. Dengan pengalaman langsung di laboratorium, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan teknis yang relevan, sehingga dapat menunjang kualitas penelitian yang dilakukan di masa mendatang.

Salah satu peserta, Annisa, mahasiswa Magister Biomedik Minat Biokimia angkatan 2025, menyampaikan kesannya bahwa Workshop qPCR ini bermanfaat. Ia juga menambahkan bahwa materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Penyampaiannya juga tidak membosankan, jadi peserta bisa lebih mudah mengikuti alurnya.

“Dari workshop ini saya jadi lebih paham bagaimana teknik qPCR digunakan dalam penelitian biologi molekuler, khususnya untuk analisis ekspresi gen.” Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan guna memperkaya wawasan mahasiswa, khususnya dalam penguasaan teknik molekuler yang semakin berkembang.

Selain memberikan manfaat akademik, workshop ini turut memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan mitra industri. Kerja sama dengan PT. Kairos menjadi langkah besar dalam menghadirkan pembelajaran berbasis kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang pengembangan riset yang lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas penelitian biomedik yang berkontribusi pada pengembangan ilmu kesehatan dan inovasi diagnostic, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penyediaan pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan keterampilan mahasiswa, SDG 5: Kesetaraan Gender juga didukung melalui kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengakses pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Irma Yulianti).