FK-KMK UGM Hadir dalam Konferensi Internasional Biomedik dan Kedokteran Olahraga

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) ikut berpartisipasi dalam The 1st International Conference on Biomedical and Sports Medicine for Supporting SDGs 2025 (IBISMed 2025) melalui narasumbernya, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM, Sport & Circ. Med., Associate Professor Departemen Fisiologi. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Sabtu, 12 Juli 2025 di Surabaya.

Dr. dr. Zaenal Muttaqien tampil sebagai keynote speaker dengan sesi berjudul “The Importance of the Exercise Stress Test before Doing Exercise Program in Relating to Health”. Dalam paparan tersebut, ia menekankan pentingnya uji stres jantung sebelum memulai program olahraga, sebagai upaya deteksi dini risiko penyakit kardiovaskular dan pencegahan komplikasi kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan ini relevan tidak hanya bagi individu dengan faktor risiko medis, tetapi juga bagi masyarakat umum yang ingin menjalankan gaya hidup sehat.

Lebih lanjut, Dr. Zaenal menegaskan bahwa praktik ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena membantu memastikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi kesehatan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini risiko kesehatan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Selain Dr. Zaenal, IBISMed 2025 juga menghadirkan sejumlah pakar internasional, seperti Ujang Purnama, Ph.D. (Oxford University, UK), Prof. Maria Constantinou, Ph.D. (Southern Cross University, Australia), dan Prof. Wakako Fujita, Ph.D. (Kobe University, Jepang). Kehadiran para pakar ini menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk memperkuat bidang biomedik dan kedokteran olahraga.

Partisipasi dosen FK-KMK UGM melalui Dr. Zaenal Sofro memperkuat posisi akademik dan kontribusi institusi dalam mendukung kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. IBISMed 2025 membuktikan bahwa sinergi antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (Kontributor: Tammim Lana Bil Khoir).