FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM menyelenggarakan workshop bertajuk “Optimalisasi Tim Casemix & Tim Kendali Mutu Kendali Biaya Teknis Rumah Sakit untuk Peningkatan Mutu Klaim dan Klinis” pada Kamis dan Jumat (10–11 Maret 2025). Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga kesehatan dalam pengelolaan kendali mutu dan biaya pelayanan kesehatan, terutama dalam implementasi sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Acara ini menghadirkan narasumber dr. Endang Suparniati, M.Kes., mantan Kepala Instalasi Penjaminan di RSUP Dr. Sardjito, dan Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH, CPCC, peneliti di Divisi Manajemen Mutu PKMK FK-KMK UGM. Workshop dipandu oleh moderator dr. Opi Sritanjung dan diikuti peserta melalui platform Zoom serta live streaming YouTube. Pelayanan kesehatan yang tidak bermutu menjadi salah satu penyebab utama kematian, bukan hanya karena akses yang terbatas tetapi juga karena permasalahan dalam implementasi pembiayaan.
Sejak diberlakukannya JKN pada 2014, tantangan utama yang terus menjadi perhatian adalah klaim pending atau tertundanya pembayaran klaim rumah sakit oleh BPJS Kesehatan akibat berbagai kendala administrasi. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah melalui Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 mewajibkan tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya melalui audit pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, peran Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB) Teknis sangat penting, sehingga diperlukan pelatihan khusus guna meningkatkan mutu klaim dan kualitas layanan klinis.
Pada hari pertama, workshop membahas “Koding ICD-9 dan ICD-10”, yang memaparkan teknik dalam menentukan kode penyakit dan prosedur medis berdasarkan diagnosis, intervensi medis, serta perjalanan suatu penyakit. dr. Endang Suparniati menjelaskan bahwa kesalahan kecil dalam koding dapat berdampak besar terhadap selisih klaim rumah sakit. Peserta dibimbing dalam proses pencarian kode yang tepat dengan teknik yang sistematis, termasuk identifikasi tipe pertanyaan, pencarian lead term, penggunaan volume 3 ICD-10, verifikasi di volume 1, serta memahami inclusion dan exclusion criteria.
Hari kedua, materi yang disampaikan mengusung tema “Cara Melakukan Kendali Mutu dan Kendali Biaya oleh TKMKB Teknis”. Materi ini membahas penyebab klaim pending yang sering kali terkait dengan ketidaktepatan koding dan ketidaklengkapan resume medis. Salah satu solusi yang diangkat adalah penerapan Panduan Praktik Klinis (PPK) dalam clinical pathways, yang dapat digunakan sebagai standar pelayanan rumah sakit. Implementasi alur klinis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan, menurunkan lama rawat inap, meningkatkan luaran klinis, serta mengoptimalkan pembiayaan perawatan pasien.
Workshop ini merupakan salah satu bentuk komitmen PKMK UGM dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kendali mutu dan kendali biaya, diharapkan implementasi sistem JKN dapat semakin optimal dan berkontribusi terhadap pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: dr Opi Sri Tanjung/ Editor: Widarti & Sitam).