FK-KMK UGM Gelar Pelayanan USG dan Edukasi Kehamilan Risiko Tinggi di Puskesmas Imogiri I

FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan rutin pelayanan ultrasonografi sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Puskesmas Imogiri I, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang berlangsung pada 2 Februari 2026 ini menjadi pelaksanaan perdana di awal tahun 2026 dan melibatkan tim dosen serta residen untuk memberikan layanan deteksi dini kehamilan sekaligus edukasi kesehatan bagi ibu hamil dari berbagai trimester.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama serta memperkuat kolaborasi akademisi dengan layanan kesehatan daerah. Pelayanan USG dilaksanakan oleh tim Pengabdian Masyarakat Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM yang terdiri atas dr. Irwan Taufiqur Rachman, Sp.O.G., Subsp.K.Fm, sebagai supervisor, dr. Aji Pramudito Wibowo, Sp.O.G., selaku mahasiswa subspesialis, serta para residen Obstetri dan Ginekologi yakni dr. Inge Nandya Hertapanndika, dr. Leo Baik Sihombing, dan dr. Milka Kogoya.

Sebanyak 30 ibu hamil dari trimester pertama hingga trimester ketiga mengikuti pemeriksaan ini. Melalui layanan tersebut, tim melakukan evaluasi kondisi janin, pemantauan pertumbuhan, serta identifikasi faktor risiko yang memerlukan tindak lanjut rujukan. Selain pemeriksaan USG, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan bertema Kehamilan Risiko Tinggi dan Kesehatan Jiwa Pasca Salin. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif, mendorong peserta untuk aktif berdiskusi mengenai tanda bahaya kehamilan, pentingnya kontrol rutin, serta kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan mental setelah persalinan.

Program ini diharapkan berkontribusi dalam mendukung agenda Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul untuk menekan angka kematian ibu serta mencegah komplikasi kehamilan melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan. Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan primer menjadi strategi penting dalam memperluas akses layanan berkualitas di tingkat komunitas.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui peningkatan layanan kesehatan ibu hamil guna mencegah morbiditas dan mortalitas maternal. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dalam penguatan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi berbasis bukti dan pendampingan langsung oleh tenaga medis akademik, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Munjayati).