FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kalurahan Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, pada Selasa, 19 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam memberikan layanan kesehatan dasar secara terintegrasi, serta memperkuat keterampilan teknis mereka dalam melakukan pengukuran antropometri dan pemeriksaan kesehatan masyarakat di tingkat keluarga.
Kegiatan pelatihan dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Lurah Kalurahan Mulyodadi, Bapak Ari Sapto Nugroho, S.H.; perwakilan dari Puskesmas Bambanglipuro, Ibu Nesti Arul Fathini, S.Gz.; serta dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. dari FK-KMK UGM. Pelatihan ini juga melibatkan sebanyak 42 kader posyandu ILP dari berbagai wilayah di Kalurahan Mulyodadi. Dalam sambutannya, Lurah Mulyodadi menyampaikan apresiasi atas kontribusi FK-KMK UGM yang secara konsisten mendukung penguatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Sesi materi pertama disampaikan oleh perwakilan dari Puskesmas Bambanglipuro dengan topik “Update Gambaran Kondisi Kesehatan Mulyodadi dan Keterampilan Kader Posyandu ILP.” Materi tersebut membahas situasi terkini kesehatan masyarakat, termasuk peran penting kader dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif di tingkat keluarga. Sesi berikutnya diisi oleh dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dengan materi “Pengukuran Antropometri dan Pemeriksaan Kesehatan di Posyandu ILP,” yang menjelaskan prosedur pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta pemeriksaan tekanan darah secara akurat.
Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan yang memberikan kesempatan bagi para kader untuk mempraktikkan pengukuran antropometri dan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Sesi ini difasilitasi oleh tim dari FK-KMK UGM dan Puskesmas Bambanglipuro, yang memberikan bimbingan teknis agar kader mampu menerapkan standar pengukuran dan pemeriksaan dengan benar di lapangan.
Pelatihan kader posyandu ILP ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan layanan kesehatan primer dan pencegahan penyakit; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan memperkuat kapasitas dan pengetahuan kader posyandu; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, pemerintah desa, dan fasilitas kesehatan setempat dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FK-KMK UGM berharap para kader posyandu semakin siap dalam menerapkan konsep ILP yang menekankan pelayanan promotif dan preventif berbasis masyarakat. Penguatan kapasitas kader diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pencapaian pembangunan kesehatan berkelanjutan di Indonesia. (Kontributor: Annisa Novanda Maharani, Nia Lestari Muqarohmah).




