FK-KMK UGM Gelar Kuliah Tamu Bahas Upaya Preventif Kesehatan Jiwa Masyarakat Indonesia

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk Suicide Prevention: Clinical, Public Health and Social Determinants Approach sebagai upaya responsif terhadap kompleksitas isu kesehatan mental global. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Maret 2026, bertempat di Auditorium Tahir Utara FK-KMK UGM. Kuliah tamu ini dilaksanakan oleh Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK-KMK UGM dengan Harvard University. Pada kuliah tamu ini menghadirkan narasumber Dr. Sandersan Onie, seorang peneliti kesehatan mental.

Dalam pemaparan intinya, Dr. Onie menjelaskan bahwa fenomena bunuh diri merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat kompleksitas tinggi yang dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara faktor biologis, psikologis, sosial, hingga budaya. Di Indonesia sendiri, tantangan pencegahan masih terganjal oleh keterbatasan jumlah tenaga kesehatan mental, stigma sosial yang kuat, serta sistem pencatatan data yang belum terintegrasi secara optimal.

Dr. Onie menekankan bahwa intervensi tidak boleh hanya berfokus pada skala individu, melainkan memerlukan pendekatan multidimensi yang menyentuh berbagai sektor kehidupan. Ia juga mengungkapkan sebuah temuan menarik bahwa faktor-faktor tidak terduga seperti pembatasan penggunaan pestisida ternyata cukup efektif dalam menekan angka kejadian bunuh diri, sebuah langkah yang kini mulai didiskusikan secara lintas fakultas di lingkungan UGM.

Pendekatan klinis dalam upaya pencegahan ini menitikberatkan pada pembangunan hubungan terapeutik yang kuat serta asesmen psikososial yang komprehensif, bukan sekadar menangani gejala ide bunuh diri secara permukaan. Sementara itu, dari sisi kesehatan masyarakat, strategi yang diusung mencakup pembatasan akses terhadap metode berbahaya, manajemen pemberitaan media yang bertanggung jawab, serta penguatan layanan berbasis komunitas. Lebih jauh lagi, pendekatan determinan sosial menyoroti pentingnya intervensi pada struktur ekonomi, aksesibilitas layanan kesehatan, dukungan keluarga, serta penghapusan stigma di tengah masyarakat agar individu yang rentan merasa didukung secara sistemik.

Diskusi ini melibatkan Prof. Byron J. Good dan Prof. Mary Jo Delveccio Good dari Harvard University, serta dr. Andrian Fajar Kusumadewi, dr. Ronny Tri, serta dr. Carla R. Marchira. Diskusi ini menyimpulkan bahwa meskipun referensi sering menyebutkan setiap kematian adalah hal yang dapat dicegah, dalam realitas klinis hal tersebut tidak selalu benar, sehingga penanganan pasca-kejadian juga perlu mempertimbangkan beban emosional terapis bahwa kehilangan tersebut bukanlah kesalahan pihak manapun.

Kuliah tamu ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan derajat kesehatan mental masyarakat dan penurunan angka kematian akibat bunuh diri melalui pendekatan medis dan sosial yang terintegrasi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan kuliah pakar internasional yang memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan tingkat lanjut, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi lintas negara antara Universitas Gadjah Mada dan Harvard University. (Kontributor: Anandyo Setyawan, Afkar Aulia).