FK-KMK UGM Gelar Intensive Workshop Molecular Docking untuk Penguatan Riset Herbal

FK-KMK UGM. Pusat Kedokteran Herbal, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Intensive Workshop Molecular Docking Basic on Secondary Metabolites sebagai agenda perdana tahun 2026 dalam rangka penguatan kapasitas riset di bidang pengembangan obat berbasis bahan alam. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan akademisi dalam menerapkan metode in silico, khususnya molecular docking, guna mendukung eksplorasi potensi metabolit sekunder dari tumbuhan obat.

Workshop dilaksanakan pada 3–4 Februari 2026 secara luring dengan format kelas kecil dan intensif. Empat peserta dari berbagai latar belakang akademik mengikuti kegiatan ini untuk memperoleh pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis dalam penggunaan perangkat lunak molecular docking. Pendekatan pembelajaran dirancang kontekstual dan aplikatif, disesuaikan dengan kebutuhan riset masing-masing peserta sehingga proses transfer pengetahuan berlangsung lebih efektif dan terarah.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Mae Sri Hartati W., M.Si., Apt. yang membahas peran metabolit sekunder dalam kedokteran herbal, termasuk mekanisme bioaktivitas senyawa alami serta potensi pengembangannya sebagai kandidat obat. Sesi berikutnya dipaparkan oleh Dr. rer. nat. Apt. Arko Jatmiko Wicaksono, M.Sc. yang menjelaskan prinsip dasar molecular docking, tahapan analisis interaksi ligan dan reseptor, serta aplikasinya dalam penapisan awal senyawa aktif secara komputasional. Kegiatan difasilitasi oleh Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., MS. yang mendampingi peserta dalam sesi praktik dan diskusi teknis.

Melalui kombinasi teori dan praktik, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan simulasi interaksi molekuler serta menginterpretasikan hasil analisis sebagai dasar perancangan penelitian lanjutan. Integrasi ilmu herbal dan teknologi komputasi ini diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi kandidat obat berbasis bahan alam secara lebih efisien dan berbasis bukti ilmiah.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan riset obat berbasis bahan alam untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dalam pemanfaatan teknologi komputasi untuk memperkuat inovasi penelitian farmasi dan kedokteran herbal, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi akademik lintas disiplin dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan berbasis bahan alam. (Kontributor: Siti Maisah Hanani).