FK-KMK UGM Fasilitasi Ruang Dialog Tendik melalui Kegiatan CLBK YUKK

FK-KMK UGM. Tenaga kependidikan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis (MIKK) FK-KMK UGM turut serta dalam kegiatan CLBK YUKK! (Curhat Lepas Bareng KKA) sebagai upaya memperkuat komunikasi dan keterbukaan di lingkungan kerja. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Unit Sumber Daya Manusia FK-KMK UGM sebagai wadah dialog antara tenaga kependidikan dan pimpinan administrasi fakultas. Acara tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Lantai 1 Atrium Gedung Radiopoetro FK-KMK UGM, dan dihadiri oleh tenaga kependidikan dari berbagai departemen serta program studi di lingkungan FK-KMK UGM.

Kegiatan CLBK YUKK! dirancang sebagai ruang komunikasi yang santai, sehingga tenaga kependidikan dapat menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman kerja, serta mendiskusikan berbagai isu administratif secara terbuka. Dalam forum ini, para peserta berkesempatan untuk berdialog langsung dengan Kepala Kantor Administrasi FK-KMK UGM, Andi Rakhman Yusuf, S.E., Ak., M.Ec.Dev.

Tenaga kependidikan Program Studi MIKK bersama tendik dari unit lain memanfaatkan forum ini untuk mengajukan pertanyaan, menyampaikan masukan, serta mengklarifikasi berbagai hal yang sebelumnya belum sempat disampaikan dalam forum formal. Sejumlah peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena dinilai mampu menjawab berbagai pertanyaan dan memberikan pemahaman yang lebih jelas terkait kebijakan dan tata kelola administrasi fakultas.

Harapannya, kegiatan CLBK YUKK! dapat diselenggarakan secara rutin sebagai bagian dari budaya kerja yang terbuka, partisipatif, dan saling menghargai. Dengan komunikasi yang semakin efektif, tenaga kependidikan diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung kegiatan tridarma perguruan tinggi, baik di bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Keikutsertaan tenaga kependidikan Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis dalam kegiatan CLBK YUKK! mencerminkan komitmen untuk membangun lingkungan kerja yang sehat, komunikatif, dan kolaboratif. Forum dialog semacam ini menjadi elemen penting dalam menjaga keharmonisan hubungan kerja serta meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan. Sehingga sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penciptaan lingkungan kerja yang kondusif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan pegawai, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membangun budaya kerja yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan tinggi. (Kontributor: Penta Kusuma).