FK-KMK UGM. Departemen Keperawatan Anak dan Maternitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dalam forum Sekolah Ibu Pintar di Warungboto, Yogyakarta, sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan perempuan di tingkat komunitas. Kegiatan yang mengangkat tema Perempuan yang sehat dimulai dari organ reproduksi yang terawat ini dilaksanakan pada 31 Januari 2026 dan diikuti sekitar 40 anggota ibu-ibu Sekolah Ibu Pintar bersama pendamping dari PLKB Kemantren Umbulharjo serta pendiri komunitas.
Pada edukasi kesehatan reproduksi ini menghadirkan Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes. sebagai narasumber dengan tujuan memperkuat pemahaman dan praktik perawatan kesehatan reproduksi perempuan secara preventif dan berkelanjutan. Sekolah Ibu Pintar sendiri telah terbentuk sejak tahun 2019, dirintis melalui Program Kreativitas Mahasiswa oleh mahasiswa Geografi UGM dan terus berkembang sebagai ruang pemberdayaan perempuan berbasis komunitas.
Dalam sesi edukasi kali ini, peserta diajak untuk lebih mengenali struktur dan fungsi organ reproduksi perempuan serta memahami pentingnya perawatan yang tepat. Pendekatan yang digunakan menekankan bahwa semakin mengenal organ reproduksi, maka semakin tumbuh kesadaran untuk menjaga dan merawatnya secara optimal. Diskusi juga menyoroti peningkatan kasus kanker serviks yang terjadi dari tahun ke tahun.
Narasumber menjelaskan bahwa salah satu langkah pencegahan yang efektif adalah melalui vaksinasi HPV atau Human Papilloma Virus. Vaksin ini dinyatakan aman dan halal serta direkomendasikan bagi anak perempuan usia 9 hingga 14 tahun sebagai bentuk pencegahan primer. Sementara bagi perempuan dewasa yang ingin mendapatkan vaksin HPV, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu guna memastikan kondisi kesehatan serviks.
Program ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi dan skrining dini. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan memperkuat pemberdayaan perempuan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan dirinya dan keluarganya, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi lintas elemen. (Kontributor: Dr. Wenny Artanty Nisman , S.Kep., Ns., M.Kes.).




