FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi berpartisipasi dalam kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Happy Land Medical Center bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2027, di Rumah Sakit Happy Land Medical Center, Yogyakarta, dengan menghadirkan sejumlah layanan kontrasepsi untuk mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan keluarga berencana yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasangan usia subur.
Pelayanan KB Sejuta Akseptor menjadi salah satu bentuk kegiatan pelayanan kesehatan reproduksi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh layanan kontrasepsi secara langsung. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan beberapa pilihan metode kontrasepsi, sehingga pasangan usia subur dapat memperoleh layanan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pada kegiatan tersebut, layanan yang diberikan meliputi Metode Operasi Wanita (MOW), pemasangan intrauterine device (IUD), dan pemasangan implan. Pelayanan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan staf serta residen Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM. Keterlibatan tim tersebut mendukung kelancaran pelayanan sekaligus memberikan pengalaman klinis bagi residen dalam pelaksanaan pelayanan kontrasepsi di fasilitas kesehatan.
Selain aspek pelayanan, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi residen. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman mengenai pelaksanaan layanan kontrasepsi sekaligus pentingnya memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap akseptor. Pengalaman tersebut dapat melengkapi proses pendidikan klinis yang berlangsung di lingkungan institusi pendidikan maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Kolaborasi antara Rumah Sakit Happy Land Medical Center dan Departemen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM dalam kegiatan Pelayanan KB Sejuta Akseptor juga telah berlangsung secara rutin. Kerja sama semacam ini menjadi ruang untuk mempertemukan peran institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pelayanan kesehatan reproduksi membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan. Institusi pendidikan memiliki peran dalam pengembangan sumber daya manusia dan keilmuan, sementara fasilitas pelayanan kesehatan menjadi ruang penerapan kompetensi sekaligus tempat masyarakat memperoleh layanan. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap akses pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Kegiatan ini sesuai dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan BKKBN DIY. (Kontributor: Munjayati).



