FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan bertajuk Gavi Mission yang diinisiasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlokasi di Gedung Adhyatma, Jakarta Selatan ini berlangsung selama lima hari, tepatnya pada tanggal 2 hingga 6 Maret 2026. Kegiatan ini untuk meninjau capaian program imunisasi nasional, mengevaluasi laporan tahunan Middle Income Countries (MICs), serta melakukan audit terhadap hibah Gavi, the Vaccine Alliance, guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia secara merata.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Imunisasi, Indri Yogyaswari, menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dalam mempersiapkan transisi Indonesia menuju pembiayaan mandiri penuh untuk program imunisasi nasional. Beliau menekankan bahwa misi ini merupakan wadah untuk mengevaluasi implementasi berbagai hibah seperti CESAP, IPV-VIG, HPV-VIG, dan JE-VIG, sekaligus memastikan keberlanjutan program imunisasi di seluruh wilayah Indonesia.
Kehadiran FK-KMK UGM yang diwakili oleh Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. bersama dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D. dari tim PKKA-PRO, memberikan kontribusi akademis yang kuat dalam pembahasan teknis mengenai optimalisasi kebijakan vaksin berbasis bukti ilmiah. Rangkaian agenda pada hari pertama dimulai dengan sesi pembukaan yang dilanjutkan dengan meninjau mendalam terhadap program audit Gavi serta pembahasan teknis mengenai pelaksanaan imunisasi IPV dan Heksavalen.
Keterlibatan berbagai unit kerja, mulai dari Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi hingga Inspektorat Jenderal, menunjukkan adanya komitmen kuat dalam aspek tata kelola dan transparansi. Diskusi yang berkembang menitikberatkan pada penguatan manajemen rantai pasok vaksin, penyediaan stok yang stabil, serta penyusunan rencana tindak lanjut program yang lebih komprehensif agar jangkauan imunisasi dapat menyentuh daerah-daerah terpencil dengan standar keamanan yang tinggi.
Pada pleno tanggal 5 dan 6 Maret, dilakukan diskusi bersama mitra seperti World Health Organization (WHO), UNICEF, UNDP, dan Clinton Health Access Initiative (CHAI). Bersama akademisi dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Indonesia. Para peserta mendiskusikan tantangan sumber daya manusia di lapangan serta strategi untuk meningkatkan permintaan imunisasi di tingkat akar rumput. Melalui sesi koordinasi lintas sektor ini, FK-KMK UGM terus mendorong integrasi antara data penelitian dan kebijakan praktis guna memastikan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan akuntabel bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan cakupan imunisasi nasional dan pencegahan penyakit menular, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui keterlibatan institusi pendidikan dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan literasi tenaga kesehatan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan sistem logistik berbasis teknologi informasi dan inovasi data guna meningkatkan efisiensi distribusi vaksin, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dari kolaborasi lintas sektor yang solid antara pemerintah, akademisi, dan organisasi internasional dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda).




