FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan bakti sosial operasi katarak sebagai wujud kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit rujukan nasional dalam meningkatkan akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial kedua institusi dalam membantu kelompok masyarakat yang kurang mampu serta memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan spesialis mata. Pelaksanaan bakti sosial operasi katarak ini berlangsung pada Sabtu, 24 Mei 2025, bertempat di RSUP Dr. Sardjito, dengan melibatkan tenaga medis profesional serta dukungan sivitas akademika FK-KMK UGM dalam proses pelayanan dan pendampingan pasien.
Kegiatan bakti sosial ini menyasar pasien katarak dari kelompok masyarakat kurang mampu yang sebelumnya telah melalui tahapan pendaftaran dan skrining medis. Dari sejumlah calon peserta yang mendaftar, terdapat 14 pasien yang memenuhi kriteria medis dan sosial untuk menjalani tindakan operasi katarak. Proses seleksi ini dilakukan secara cermat untuk memastikan bahwa layanan benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus menjamin keselamatan dan keberhasilan tindakan medis.
Pelaksanaan operasi katarak ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien, terutama dalam memulihkan fungsi penglihatan sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara mandiri dan produktif. Katarak masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat dicegah, khususnya pada kelompok usia lanjut dan masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Melalui kegiatan ini, RSUP Dr. Sardjito dan FK-KMK UGM berupaya menghadirkan layanan kesehatan mata yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini serta penanganan gangguan penglihatan.
Kolaborasi rutin antara RSUP Dr. Sardjito dan FK-KMK UGM dalam kegiatan bakti sosial kesehatan mata ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi institusi pendidikan, sekaligus memperkuat peran rumah sakit pendidikan dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1: Tanpa Kemiskinan melalui pengurangan beban ekonomi akibat gangguan penglihatan, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan penyediaan layanan kesehatan mata yang aman dan berkualitas, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui pemerataan akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik dalam pelayanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: dr. Anak Agung Istri Amritha Prashanti).




