FK-KMK UGM Dorong Yogyakarta sebagai Destinasi Unggulan Health Tourism melalui Jogjakarta Health Tourism Board

FK-KMK UGM. Sistem Kesehatan Akademik Universitas Gadjah Mada (Academic Health System/AHS UGM) berpartisipasi dalam pertemuan tindak lanjut pembentukan Jogjakarta Health Tourism Board. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyatukan visi, peran, dan komitmen para pemangku kepentingan dalam pengembangan health tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertemuan tersebut berlangsung pada Selasa, 20 Januari 2026 di RSPAU Dr. S Hardjolukito, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, sektor kesehatan, pariwisata, transportasi, hingga aparat keamanan.

Agenda pertemuan difokuskan pada penguatan koordinasi antaranggota melalui sesi perkenalan Kelompok Kerja Jogjakarta Health Tourism Board, pemaparan rencana program serta tantangan pengembangan di tahun 2026 dari masing-masing bidang, hingga penyusunan rencana aksi terpadu. Diskusi berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pada identifikasi peluang, penyelarasan peran antarinstansi, serta upaya membangun ekosistem health tourism yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY, pimpinan dinas pariwisata lima kabupaten/kota di DIY, Kapolda DIY, Kepala Kantor Imigrasi Yogyakarta, serta perwakilan sektor transportasi seperti Angkasa Pura Bandara YIA, PT KAI Daop 6 Yogyakarta, dan PT Fly Jaya. Dari sektor layanan kesehatan dan industri pariwisata, turut hadir para direktur rumah sakit rujukan serta perwakilan asosiasi hotel, restoran, biro perjalanan wisata, dan pelaku industri pariwisata di Yogyakarta.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menegaskan bahwa pengembangan health tourism tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara layanan medis, wellness, transportasi, keamanan, hingga promosi pariwisata. Dalam kesempatan ini, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi, Sp.An-Ti., Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K), hadir memaparkan materi terkait penguatan layanan medis dan wellness sebagai fondasi pengembangan health tourism. Paparan tersebut menegaskan peran strategis UGM sebagai penggerak kolaborasi akademik, layanan kesehatan, dan kebijakan publik.

Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan akses serta mutu layanan kesehatan dan wellness, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan sektor health tourism yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi multiheliks lintas sektor dalam membangun ekosistem health tourism yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Kontributor: Resha Ayu).