FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI telah melaksanakan penelitian mengenai penerapan sport science di Sentra Latihan Olahraga Nasional. Kegiatan penelitian ini berlangsung sepanjang tahun 2023 dengan melibatkan berbagai tenaga ahli dari universitas di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada refleksi implementasi sport science di empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sebagaimana diatur dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) melalui UU Nomor 11 Tahun 2021 serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021.
Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi berbagai profesi sport science untuk mendukung pembinaan atlet yang optimal. Profesi yang terlibat meliputi dokter spesialis kedokteran olahraga, analis performa, ahli gizi, psikolog olahraga, fisioterapis, ahli biomekanika, hingga pelatih fisik. Tenaga kesehatan memegang peran signifikan dalam memastikan performa atlet terbentuk secara komprehensif dan berkesinambungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikolog, fisioterapis, dan ahli biomekanika telah menjalankan program sesuai keahliannya masing-masing. Meski demikian, belum terdapat bimbingan teknis yang komprehensif dari Kemenpora. Dalam praktiknya, koordinasi dilakukan melalui forum diskusi lintas tenaga sport science. Sejumlah tantangan turut diidentifikasi, antara lain keterbatasan waktu, sarana prasarana yang belum memadai, serta ketergantungan pada rujukan internasional. Untuk mengatasi keterbatasan, sebagian tenaga membentuk tim pendukung agar implementasi tetap berjalan.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya komunikasi lintas profesi sebagai kunci keberhasilan penerapan sport science di sentra pembinaan olahraga. Walaupun menghadapi hambatan, para tenaga ahli berkomitmen penuh memberikan kontribusi nyata untuk mendukung keberlanjutan program DBON.
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama FK-KMK UGM dengan Kemenpora RI, didukung pendanaan melalui skema Academic Excellence Program Universitas Gadjah Mada tahun 2023. Penelitian turut melibatkan kontribusi akademisi dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas pembinaan olahraga yang berbasis ilmu pengetahuan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi dalam riset dan implementasi kebijakan olahraga nasional.
Refleksi penerapan sport science yang dilakukan FK-KMK UGM bersama Kemenpora RI menjadi pijakan penting dalam memperkuat pembinaan atlet nasional. Dengan memperhatikan kendala yang ada dan mengoptimalkan kolaborasi antarprofesi, diharapkan pembinaan olahraga di Indonesia semakin terarah, efektif, dan mendukung prestasi atlet di kancah global. (Kontributor: Yurisadensi).




