FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menginisiasi penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja melalui kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Persiapan Program Community Development EQUITY bersama sekolah mitra di Kabupaten Magelang. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada Kamis, 9 April 2026, melalui platform Zoom, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan dan kesehatan. Tujuan kegiatan ini untuk membangun sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat bagi remaja.
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan tiga sekolah mitra, yaitu SMP Negeri 1 Mertoyudan, SMP Muhammadiyah Muntilan, dan SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring. Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang serta Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang. Dari pihak FK-KMK UGM, kegiatan ini dihadiri oleh tim Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan yang terdiri dari dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., Tutik Istiyani, S.Sos, Sinta Ristiyanti, dan Nia Lestari Muqarohmah.
Dalam sesi pemaparan, dr. Bagas Suryo Bintoro menjelaskan bahwa program Community Development EQUITY dirancang secara bertahap dengan pendekatan berbasis sekolah. Program ini menekankan peran aktif siswa sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu memengaruhi perilaku sebaya, khususnya dalam mencegah kebiasaan merokok sejak usia dini. Pendekatan ini dinilai strategis karena memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai ruang intervensi yang efektif dan berkelanjutan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi program tersebut. Program ini dinilai sebagai upaya promotif dan preventif yang relevan dalam menghadapi tantangan perilaku merokok di kalangan remaja. “Program ini sangat bagus dan kami dari Dinas Pendidikan sepenuhnya mendukung pelaksanaan program oleh UGM. Kami juga siap melakukan pendampingan maupun membersamai selama kegiatan berlangsung. Namun, pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat menyesuaikan dengan kalender pendidikan agar tidak mengganggu kegiatan KBM di sekolah,” ungkap perwakilan dinas.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang. “Kami dari Majelis Dikdasmen Muhammadiyah menyampaikan bahwa penyampaian dari dr. Bagas tadi sudah kami pahami dan kami mendukung itu sepenuhnya,” ujar perwakilan PDM Kabupaten Magelang. Apresiasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mengintegrasikan program kesehatan ke dalam sistem pendidikan.
Melalui koordinasi awal ini, diharapkan pelaksanaan program Community Development EQUITY dapat berjalan secara optimal dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan intervensi kesehatan masyarakat yang tidak hanya berbasis bukti, tetapi juga kontekstual dan berkelanjutan di tingkat komunitas sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan perilaku merokok sejak usia remaja guna menurunkan risiko penyakit tidak menular di masa depan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penguatan peran sekolah sebagai lingkungan yang mendukung pembentukan perilaku sehat dan edukasi kesehatan berbasis bukti, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat dalam merancang serta menjalankan program kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti dan Nia Lestari Muqarohmah).




