FK-KMK UGM Dorong Peran Keluarga dalam Upaya Eliminasi Tuberkulosis melalui Pengabdian Masyarakat

 

FK-KMK UGM. Staf Departemen Biokimia turut berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional yang diselenggarakan Konsorsium Ilmu Biomedik Indonesia (KIBI) sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Lembang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 13 Mei 2026 dengan dukungan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) dan pemerintah daerah setempat, mengusung tema “Deteksi Dini Penyakit Menular dan Peningkatan Peran Keluarga dalam Eliminasi Tuberkulosis (TB)”.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan “Keluarga sebagai Pelaksana DOTS”. Pelatihan ini dilengkapi dengan edukasi mengenai skrining tuberkulosis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas keluarga dalam mendukung proses pengobatan pasien TB, terutama dalam menjaga kepatuhan terhadap pengobatan serta mengenali tanda dan gejala penyakit sejak dini.

Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian tuberkulosis karena lingkungan rumah tangga merupakan salah satu ruang yang dekat dengan proses perawatan pasien. Melalui edukasi yang diberikan, keluarga diharapkan mampu mengambil peran dalam mendukung pengobatan sekaligus memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan TB di lingkungan sekitar.

Dalam kegiatan tersebut, staf Departemen Biokimia FK-KMK UGM, dr. Yogik, yang juga merupakan anggota aktif KIBI, turut memberikan kontribusi. Kehadiran sivitas akademika FK-KMK UGM menjadi bagian dari kolaborasi lintas institusi dalam memperkuat edukasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait deteksi dini dan pencegahan penyakit menular.

Selain pelatihan dan edukasi mengenai tuberkulosis, masyarakat yang mengikuti kegiatan juga memperoleh sejumlah layanan dan dukungan lainnya. Kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan IVA, serta pembagian sembako. Pelaksanaan berbagai agenda tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KIBI, Unisba, dan pemerintah daerah setempat sehingga kegiatan pengabdian dapat menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Pengabdian Masyarakat Nasional KIBI juga menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Institusi pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi, serta pemerintah daerah dapat mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing. Dalam konteks tuberkulosis, kolaborasi tersebut menjadi penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat, meningkatkan kemampuan deteksi dini, dan mendorong keterlibatan keluarga dalam mendukung keberhasilan pengobatan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian tuberkulosis. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. (Kontributor: dr. Yogik Onky Silvana Wijaya, Ph.D).