FK-KMK UGM Dorong Literasi Kesehatan melalui Sarasehan Pasien Autoimun

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melalui Divisi Alergi Imunologi menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Pasien Autoimun sebagai wadah edukasi dan penguatan dukungan psikososial bagi pasien dan keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUP dr. R. Soeradji Tirtonegoro dengan menghadirkan tenaga kesehatan dan sekitar 20–30 peserta yang terdiri atas pasien autoimun beserta anggota keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, staf Divisi Alergi Imunologi menyampaikan materi terkait pemahaman dasar penyakit autoimun, mekanisme gangguan sistem imun, prinsip pengobatan jangka panjang, serta pentingnya kepatuhan terapi. Edukasi juga menekankan bahwa penyakit autoimun merupakan kondisi kronis yang memerlukan manajemen berkelanjutan, baik dari aspek medis maupun dukungan lingkungan terdekat. Keluarga diposisikan sebagai bagian integral dalam proses perawatan, karena stabilitas emosional dan dukungan sosial terbukti berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien.

Sarasehan ini tidak hanya menjadi media penyampaian informasi medis, tetapi juga ruang berbagi pengalaman antar pasien. Diskusi yang terbangun memungkinkan peserta saling bertukar cerita mengenai tantangan terapi, adaptasi gaya hidup, serta strategi menghadapi flare atau kekambuhan penyakit. Interaksi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan psikologis pasien sekaligus membangun jejaring dukungan komunitas.

Melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif, kegiatan ini mempertegas komitmen institusi dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Edukasi yang berkesinambungan menjadi salah satu pilar penting dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait penyakit kronis yang memerlukan pemantauan jangka panjang.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan, penguatan manajemen penyakit kronis, serta dukungan berkelanjutan bagi pasien autoimun agar mencapai kualitas hidup yang lebih baik. SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan yang diberikan secara sistematis dan mudah dipahami oleh pasien serta keluarga. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan kedokteran, rumah sakit, tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga. (Kontributor: Muhammad N. Afif).