FK-KMK UGM. Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi menyelenggarakan evaluasi capaian pembelajaran residen melalui Ujian Tengah Semester (UTS) semester gasal tahun akademik 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 12–16 Oktober 2026 ini diikuti residen semester I hingga semester VIII sebagai bagian dari proses penilaian kompetensi dan pengembangan profesional calon dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi. Evaluasi dilaksanakan melalui ujian portofolio, ujian lisan, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) untuk menilai penguasaan pengetahuan, penalaran klinis, keterampilan praktik, serta profesionalisme residen dalam mempersiapkan diri memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Pelaksanaan UTS menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendidikan dokter spesialis. Melalui evaluasi yang terstruktur, program studi dapat melihat perkembangan kemampuan residen berdasarkan tahapan pendidikan yang sedang ditempuh. Penilaian tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga mencakup kemampuan menerapkan pengetahuan dalam situasi klinis, mengambil keputusan medis, serta menjalankan tanggung jawab profesional ketika menghadapi kebutuhan pasien.
Tiga metode evaluasi digunakan untuk memperoleh gambaran kompetensi residen secara menyeluruh. Dalam ujian portofolio, residen dinilai berdasarkan rekam jejak pembelajaran dan pengalaman klinis selama menjalani pendidikan. Aspek yang diperhatikan mencakup pengalaman menangani kasus serta kemampuan merefleksikan proses pembelajaran untuk mengenali pencapaian dan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
Ujian lisan memberikan kesempatan bagi penguji untuk menilai kemampuan residen dalam menyampaikan penalaran klinis secara sistematis. Residen dituntut mampu menganalisis permasalahan kesehatan, menyusun diagnosis, serta mempertimbangkan pilihan tata laksana berdasarkan kondisi pasien. Kemampuan menjelaskan alasan di balik keputusan klinis menjadi bagian penting dalam penilaian, mengingat praktik kedokteran memerlukan ketepatan berpikir sekaligus pertimbangan yang matang dalam menentukan tindakan.
Sementara itu, OSCE digunakan untuk mengevaluasi keterampilan klinis melalui simulasi pada sejumlah stasiun yang disusun sesuai kompetensi yang diharapkan. Metode ini memungkinkan penilaian terhadap kemampuan residen dalam menjalankan prosedur, melakukan pendekatan kepada pasien, serta menerapkan keterampilan klinis dalam situasi yang terstruktur. Ketiga metode tersebut saling melengkapi untuk memberikan gambaran mengenai kesiapan residen dalam menghadapi berbagai tuntutan pelayanan Obstetri dan Ginekologi.
Seluruh rangkaian UTS berlangsung dengan tertib dan lancar berkat dukungan penguji serta staf akademik yang terlibat. Residen menjalani setiap tahapan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menuntut kesiapan, ketelitian, dan komitmen untuk terus berkembang. Evaluasi ini sekaligus menjadi kesempatan bagi residen untuk mengenali kekuatan dan aspek kompetensi yang masih membutuhkan penguatan selama menjalani pendidikan.
Ketua Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM, Dr. dr. Moh. Nailul Fahmi, Sp.O.G., Subsp.Onk., menyampaikan bahwa UTS tidak hanya berfungsi untuk mengukur pencapaian akademik residen, tetapi juga berperan dalam menjaga mutu pendidikan dan memastikan kesiapan calon dokter spesialis menghadapi tantangan pelayanan klinis. Evaluasi yang dilaksanakan secara terstruktur diharapkan membantu mengidentifikasi capaian kompetensi sekaligus menentukan aspek yang perlu ditingkatkan.
Pada akhirnya, pendidikan dokter spesialis tidak hanya bertujuan menghasilkan lulusan dengan penguasaan ilmu dan keterampilan klinis yang baik. Proses tersebut juga perlu membentuk tenaga medis yang berintegritas, berempati, serta memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pasien. Melalui evaluasi yang berkesinambungan, Program Studi Spesialis Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM berupaya mempersiapkan dokter spesialis yang mampu memberikan pelayanan secara profesional dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Pelaksanaan UTS ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi calon dokter spesialis untuk mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui evaluasi pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan. (Kontributor: Munjayati).



