FK-KMK UGM. Gadjah Mada Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM mengikuti program pertukaran pelajar. Salah satu mahasiswa, Olga Novena Patricia, mengikuti program Professional Exchange yang diselenggarakan oleh International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA) di A.O.U.P. “Paolo Giaccone”, Palermo, Italia, sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik dan klinis di tingkat internasional. Kegiatan ini melalui skema clinical observership di Departemen Onkologi rumah sakit pendidikan tersebut.
A.O.U.P. “Paolo Giaccone” merupakan rumah sakit pendidikan tersier yang berafiliasi dengan University of Palermo dan berperan sebagai pusat rujukan penting di Italia. Institusi ini memiliki layanan spesialistik yang komprehensif, termasuk penanganan kasus onkologi dengan pendekatan multidisiplin yang terintegrasi dengan kegiatan pendidikan dan riset.
Selama mengikuti program, Olga terlibat dalam berbagai aktivitas akademik dan klinis yang berfokus pada manajemen tumor ganas langka dan onkogenetik. Ia mengamati konsultasi pasien di Rare Tumor Ambulatory dan Oncogenetic Ambulatory, serta mengikuti diskusi kasus yang menekankan pentingnya pendekatan individualisasi terapi, pertimbangan prognosis, dan kolaborasi lintas disiplin dalam pengambilan keputusan klinis.
Selain itu, Olga memperoleh pengalaman dalam pembelajaran berbasis literatur melalui directed self-study yang dipandu oleh staf pengajar setempat. Diskusi berbasis kasus memperkuat kemampuan penalaran klinis serta penerapan evidence-based medicine dalam praktik kedokteran. Dalam aspek onkogenetik, ia mempelajari proses penilaian risiko kanker herediter, penggalian riwayat keluarga, serta integrasi data genetik dalam penentuan terapi.
Paparan laboratorik juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, di mana Olga mengamati proses pemeriksaan molekuler seperti ekstraksi DNA dan RNA, PCR, sequencing, serta imunohistokimia. Ia juga memahami bagaimana hasil pemeriksaan tersebut digunakan dalam perencanaan terapi dan genetic counseling. Di sisi lain, pengalaman di day ambulatory dan chemotherapy ward memberikan pemahaman mengenai alur pemberian kemoterapi, pemantauan efek samping, serta pentingnya perawatan suportif bagi pasien kanker.
Tidak hanya berfokus pada aspek klinis dan akademik, program ini juga memberikan pembelajaran kontekstual mengenai sistem pelayanan kesehatan di Italia serta faktor sosial budaya yang memengaruhi pengalaman pasien. Interaksi lintas budaya ini turut memperkuat kemampuan komunikasi internasional dan jejaring profesional global.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas calon tenaga kesehatan dalam memahami penanganan penyakit kompleks, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan pembelajaran internasional berbasis praktik dan riset yang memperkaya kompetensi mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi global antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan fasilitas kesehatan lintas negara. (Kontributor: Agustina Latifah Hanum SPsi).




