FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi, dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E., berpartisipasi dalam Pelatihan Optimalisasi Tenaga Kesehatan dan Kader Bina Keluarga Lansia melalui Langkah Kolaborasi Pentahelix pada Lansia Wanita di Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Gedung Tahir Foundation FK-KMK UGM dengan melibatkan tenaga kesehatan dan kader sebagai peserta untuk memperkuat kapasitas dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi lansia wanita.
Pelatihan tersebut menitikberatkan pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader melalui pendekatan promotif dan preventif yang dilakukan secara terintegrasi. Penguatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan lansia, terutama karena kebutuhan kesehatan pada kelompok usia lanjut tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit, tetapi juga pemeliharaan kesehatan dan kualitas hidup.
Dalam pelaksanaannya, pendekatan kolaborasi pentahelix menjadi salah satu landasan kegiatan. Pendekatan ini mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media untuk membangun sinergi dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Kolaborasi antarpihak diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap upaya promotif dan preventif serta mendorong pelayanan yang lebih berkelanjutan bagi kelompok lansia.
Melalui sesi pembelajaran dan diskusi, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pendampingan dan edukasi kesehatan bagi lansia wanita. Materi yang diberikan juga memperhatikan aspek kesehatan kulit dan kaitannya dengan kualitas hidup pada usia lanjut. Pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lansia di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan kader memiliki posisi penting karena mereka berada dekat dengan masyarakat dan dapat menjadi penghubung dalam penyampaian informasi kesehatan. Sementara itu, tenaga kesehatan memiliki peran dalam memberikan pengetahuan dan dukungan profesional. Ketika kedua unsur tersebut berjalan bersama, upaya menjaga kesehatan lansia dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan.
Partisipasi dr. Dwi Retno Adi Winarni dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang kesehatan. Kehadiran perspektif dermatologi dan venereologi juga memperkaya pembahasan mengenai kesehatan kulit pada lansia, yang merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kenyamanan dan kualitas hidup pada kelompok usia lanjut.
Pendekatan promotif dan preventif yang diperkuat melalui pelatihan juga menempatkan edukasi sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan dan kader tidak hanya diharapkan mampu merespons masalah kesehatan yang telah muncul, tetapi juga dapat membantu masyarakat mengenali kebutuhan pemeliharaan kesehatan sejak dini. Dalam konteks lansia wanita, pendampingan yang berkelanjutan menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup dan mendukung proses penuaan yang sehat.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia wanita. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas tenaga kesehatan serta kader. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




