FK-KMK UGM. Learning Resource and Innovation Development Unit FK-KMK UGM berpartisipasi dalam agenda nasional MedTech Innovation Forum Indonesia 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 6 Februari 2026. Forum yang diinisiasi oleh COVA Indonesia tersebut mengusung tema Dare to Imagine Driven to Innovate Ready for Real Impact dan menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor mulai dari akademisi, peneliti, praktisi klinis, industri, asosiasi profesi, hingga regulator. Keterlibatan LERES dalam forum ini bertujuan memperkuat sinergi antara riset dan industri guna mendorong hilirisasi inovasi kesehatan yang aplikatif, aman, dan berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Dalam forum tersebut, Ketua Unit LERES, dr. Hanggoro Tri Rinonce, Ph.D., Sp.P.A., Subsp.U.R.L.(K), Subsp.K.A.(K), menyampaikan paparan bertajuk Peran LERES dalam Ekosistem Inovasi Kesehatan Indonesia. Ia menegaskan bahwa LERES tidak hanya berfungsi sebagai rumah produksi, melainkan juga sebagai simpul awal pengembangan riset terapan yang diproyeksikan menuju tahap hilirisasi. LERES mengawal proses transformasi ide menjadi prototipe, melakukan pengujian kesiapan teknologi, hingga memastikan implementasi inovasi dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan di lingkungan FK-KMK UGM.
Sebagai unit yang berfokus pada pengembangan inovasi kesehatan terintegrasi, LERES membangun jembatan antara penelitian akademik dan kebutuhan nyata di lapangan. Pengembangan media pembelajaran, manikin, instrumentasi medis, hingga inovasi di bidang pangan dan obat-obatan menjadi bagian dari portofolio riset yang diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan serta mutu layanan pasien. Pendekatan ini merupakan respons atas tantangan integrasi teknologi medis di Indonesia yang memerlukan kolaborasi erat antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah agar inovasi tidak berhenti pada tahap konseptual.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui pengembangan inovasi yang meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kesehatan dan pelayanan pasien. SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur tercermin dalam penguatan hilirisasi riset dan pembangunan ekosistem teknologi kesehatan yang mandiri dan kompetitif. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, industri, organisasi profesi, dan regulator dalam mempercepat transformasi inovasi menjadi solusi nyata. (Kontributor: Leana Calista Oktavia; Editor: Meilisa Khoiriya).




