FK-KMK UGM. Departemen Fisiologi menyelenggarakan pertemuan kedua Pelatihan Implementasi Program Be Active Be Healthy bagi guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman untuk mendorong penerapan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026, di Ruang Laboratorium Pendidikan Terpadu FK-KMK UGM ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang dilaksanakan melalui kerja sama Departemen Fisiologi dan Departemen Health Behavior and Health Promotion (HBES) FK-KMK UGM dengan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman.
Sebanyak 35 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari SMA dan SMK di Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan tersebut. Pertemuan kedua menjadi tahapan penting karena peserta mulai membawa materi yang telah diperoleh pada pertemuan sebelumnya ke dalam rencana kegiatan di sekolah masing-masing. Jika pada sesi awal peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep dan strategi implementasi Be Active Be Healthy, kali ini mereka mulai mempresentasikan rancangan penerapan program yang telah disusun.
Kegiatan diawali dengan presentasi rencana implementasi dari setiap sekolah peserta. Para guru memaparkan bentuk aktivitas yang akan diterapkan di lingkungan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan siswa. Sesi ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan rancangan, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk melihat beragam pendekatan yang dapat dilakukan sekolah dalam mendorong siswa agar lebih aktif bergerak.
Setelah seluruh peserta menyampaikan rencananya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama fasilitator. Melalui sesi tersebut, guru memperoleh masukan terhadap rancangan yang telah dibuat sekaligus mendiskusikan kemungkinan kendala yang dapat muncul ketika program mulai diterapkan. Proses diskusi berlangsung sebagai ruang pertukaran gagasan antara guru dan fasilitator, sehingga setiap sekolah dapat mempertimbangkan strategi yang lebih realistis dan sesuai dengan karakteristik lingkungan pendidikannya.
Penguatan pengetahuan juga diberikan melalui materi “Aktivitas Fisik dan Pengaruhnya terhadap Kemampuan Akademik Siswa” yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K. Materi tersebut mengajak peserta melihat aktivitas fisik dari perspektif yang lebih luas. Aktivitas fisik tidak hanya berkaitan dengan kebugaran dan kesehatan siswa, tetapi juga memiliki kaitan dengan proses belajar dan kemampuan akademik. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu guru dalam memperkuat pesan mengenai pentingnya perilaku hidup aktif di lingkungan sekolah.
Pada akhir pelatihan, setiap peserta mendapatkan penugasan untuk mulai merealisasikan program Be Active Be Healthy di sekolah masing-masing. Guru diharapkan menjalankan rencana yang telah disusun sekaligus mendokumentasikan proses implementasinya. Hasil pelaksanaan tersebut akan menjadi bahan yang dipresentasikan pada pertemuan berikutnya. Dengan demikian, rangkaian pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada praktik dan evaluasi berdasarkan pengalaman nyata di sekolah.
Keterlibatan guru PJOK menjadi salah satu unsur penting dalam proses tersebut. Guru berada dekat dengan aktivitas keseharian siswa sehingga memiliki ruang untuk mendorong terbentuknya kebiasaan bergerak secara lebih konsisten. Melalui program yang diterapkan sesuai kondisi masing-masing sekolah, aktivitas fisik diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan pendidikan, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan pada waktu tertentu.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena mendorong penerapan aktivitas fisik dan pembentukan kebiasaan hidup aktif sejak usia sekolah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas guru dan pemahaman mengenai hubungan aktivitas fisik dengan proses belajar siswa. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FK-KMK UGM dan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman dalam menerapkan pengetahuan akademik untuk mendukung lingkungan sekolah yang sehat. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).




