FK-KMK UGM Dorong Hilirisasi Riset lewat Focus Group Discussion dan Medical Device Expo dalam Dies Natalis ke-80

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion dan Medical Device Expo sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-XVI dengan menghadirkan forum diskusi, pameran inovasi, dan kompetisi riset untuk memperkuat kolaborasi pengembangan alat kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 6–7 Februari 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada dan terbuka bagi civitas akademika, peneliti, industri serta distributor alat kesehatan, rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan, serta alumni.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion yang menghadirkan perwakilan industri, inventor, dan rumah sakit jejaring. Sesi pertama mengangkat tema Penguatan Kemitraan Perguruan Tinggi Industri untuk Menciptakan Inovasi Berdampak di Bidang Alat Kesehatan, yang menyoroti pentingnya kolaborasi sejak tahap riset hingga komersialisasi.

Sesi kedua membahas Peran Asosiasi dan Rumah Sakit dalam Percepatan Adopsi Inovasi di Bidang Alat Kesehatan, dengan penekanan pada regulasi, uji klinis, dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menerima teknologi baru. Sepanjang kegiatan, pameran alat kesehatan dan display teknologi turut berlangsung sebagai ruang interaksi langsung antara inovator dan calon pengguna.

Hari kedua difokuskan pada Medical Research Olympiad yang menampilkan presentasi para finalis di hadapan dewan juri. Kompetisi ini menjadi wadah apresiasi terhadap riset unggulan sekaligus mendorong budaya akademik yang kompetitif dan kolaboratif. Sinergi antara forum diskusi, pameran, dan kompetisi diharapkan memperluas jejaring kerja sama dan mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang teruji, aman, dan siap diimplementasikan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Klinis sekaligus Koordinator kegiatan, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A. Subsp. Neuro (K), menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran inovasi, tetapi juga ruang temu strategis untuk mempercepat pemanfaatan inovasi alat kesehatan melalui kolaborasi nyata. Ia menyampaikan bahwa pihaknya ingin memperkuat jembatan dari laboratorium ke layanan, dari ide menjadi solusi yang teruji, aman, dan siap diadopsi.

Karena itu, industri, rumah sakit jejaring, regulator, peneliti, mahasiswa, alumni, dan seluruh mitra strategis diundang untuk hadir, berdiskusi, serta membuka peluang uji klinis maupun hilirisasi bersama. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem inovasi alat kesehatan Indonesia dan memberikan dampak langsung bagi kualitas layanan kesehatan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui pengembangan dan pemanfaatan inovasi alat kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur tercermin dari penguatan ekosistem riset, hilirisasi teknologi, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui sinergi multipihak yang melibatkan akademisi, industri, fasilitas pelayanan kesehatan, regulator, dan alumni dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan. (Kontributor: Nurviani dan Penta).