FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan kolaborasi akademik bertajuk “Primary Immunodeficiency in Adults: Diagnosis and Treatment” sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap Defisiensi Imun Primer (DIP) pada pasien dewasa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Ruang Konferensi Lantai 3 Gedung IRNA RSUP Dr. Sardjito serta diselenggarakan secara daring untuk menjangkau peserta yang lebih luas. Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Nadeem Afzal, Professor of Immunology dari Akhtar Saeed Medical & Dental College Lahore, Pakistan.
Defisiensi Imun Primer merupakan kelainan bawaan pada sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan individu rentan terhadap infeksi berulang. Kondisi ini selama ini lebih sering dikenali pada populasi anak, sehingga pada pasien dewasa kerap luput dari diagnosis. Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai infeksi biasa, padahal keterlambatan diagnosis dapat berujung pada komplikasi serius, termasuk kerusakan organ permanen. Oleh karena itu, peningkatan kewaspadaan klinis menjadi sangat penting dalam praktik kedokteran sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Divisi Alergi Imunologi FK-KMK UGM yang dipimpin oleh Dr. dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc., Sp.PD-KAI menginisiasi diskusi ilmiah yang menitikberatkan pada pendekatan diagnosis dan tata laksana DIP pada pasien dewasa. Dalam pemaparannya, Prof. Nadeem Afzal membagikan pengalaman klinisnya selama lebih dari dua dekade, termasuk strategi identifikasi dini, penggunaan pendekatan berbasis bukti, serta perkembangan terapi terkini dalam bidang imunologi klinis.
Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi residen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM agar mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik klinis. Peserta didorong untuk tidak hanya berfokus pada pengobatan gejala infeksi, tetapi juga mampu menelusuri kemungkinan gangguan imunologis sebagai penyebab dasar penyakit. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi diagnosis serta kualitas penatalaksanaan pasien secara menyeluruh.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang didukung oleh hibah FK-KMK UGM sebagai bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan. Kolaborasi dengan pakar internasional juga menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global civitas akademika serta memperkuat jejaring akademik lintas negara.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendeteksi dan menangani penyakit secara tepat sehingga menurunkan risiko komplikasi, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis bukti melalui kuliah tamu, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit, dan pakar internasional dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. (Kontributor: Siwi Ratri Kurniasih).




