FK-KMK UGM. Dalam rangka persiapan kerja sama penelitian uji klinis vaksin rotavirus neonates Rotavac dan RV3, perwakilan dari Sponsor PATH, yaitu Salome (Senior Clinical Research Manager) dan Michael (Senior Medical Officer), melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Puskesmas Wedi, dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro pada Senin (24/02). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis dalam mendukung penelitian yang akan dilaksanakan di Klaten dan Bali.
Dalam kunjungan ini, tim dari Sponsor PATH didampingi oleh perwakilan dari Pusat Kedokteran Klinik dan Penelitian Obat (PKKA-PRO) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), antara lain Prof. dr. Jarir At-Thobari, D.Pharm., Ph.D. (Study Advisory), Prof. dr. Hera Nirwati, Sp.MK (Study Coordinator), Dr. dr. Titis Widowati, Sp.A., Subs.GH(K) (Principal Investigator), dan Leyna Chunaifa, S.Gz., MPH (Project Manager). Tim berdiskusi dengan pihak Dinas Kesehatan Klaten mengenai regulasi, kesiapan infrastruktur, serta prosedur penelitian klinis yang akan diterapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten menyampaikan dukungan penuh terhadap penelitian ini, mengingat pentingnya uji klinis vaksin rotavirus bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Penelitian ini rencananya akan melibatkan 10 puskesmas di Klaten sebagai lokasi penelitian. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Puskesmas Wedi, yang akan menjadi bagian dari site penelitian. Selain itu, tim juga meninjau RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro yang akan berperan sebagai site rumah sakit dalam penelitian ini. Pihak rumah sakit dan puskesmas menyatakan kesiapan mereka dalam menyediakan sumber daya manusia dan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung jalannya penelitian.
Menurut Salome dan Michael dari Sponsor PATH, kunjungan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk memastikan penelitian berjalan sesuai standar internasional dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan diare akibat rotavirus pada bayi baru lahir, serta mendukung pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.
Kegiatan ini menduku Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Setelah kunjungan ini, langkah selanjutnya dalam persiapan penelitian mencakup penyusunan perjanjian kerja sama, pemilihan lokasi puskesmas di Klaten, penunjukan tim penelitian, pelatihan tenaga kesehatan, serta persiapan logistik dan operasional di lokasi penelitian. Dengan dukungan berbagai pihak, penelitian ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi dalam pengembangan vaksin rotavirus sebagai perlindungan terhadap diare rotavirus bagi bayi di Indonesia dan dunia. (Kontributor: Leyna Chunaifa/ Editor: Sitam).