FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat dengan menyelenggarakan program bertajuk “Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dengan Optimalisasi Kesehatan Mata, Fisik, dan Mental.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 1 Juli 2025, bertempat di Kantor Baznas Bantul yang sekaligus menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program. Inisiatif ini dipimpin oleh dr. Reny Setyowati, Sp.M., dan turut dimonitor langsung oleh tim pengabdian FK-KMK UGM yang diwakili oleh Marina Hardiyanti, S.Gz., M.Sc.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menyasar dua aspek utama, yaitu edukasi dan pelayanan kesehatan. Sesi penyuluhan diberikan kepada sekitar 30 kader kesehatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata, jiwa, dan sistem saraf. Selain itu, sebanyak 190 peserta dari masyarakat umum dan kelompok disabilitas mengikuti skrining kesehatan mata, dengan fokus utama pada deteksi dini retinopati diabetik. “Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, memiliki akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang layak,” jelas dr. Reny dalam keterangannya.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bantul, termasuk tenaga kesehatan dari sejumlah Puskesmas dan masyarakat umum. Kolaborasi erat antara FK-KMK UGM dan Baznas Bantul memperkuat dampak dari kegiatan ini, yang tercermin dari antusiasme dan tingginya tingkat partisipasi masyarakat. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan kesehatan mata secara umum.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian merencanakan kegiatan serupa di wilayah Kulon Progo, dengan fokus lebih besar pada kelompok disabilitas. Upaya ini juga memperluas jangkauan pelayanan dan memperkuat keberlanjutan program. Laporan terkini mencatat bahwa serapan anggaran dari Hibah DAMAS Abdimas telah mencapai 100%, mencerminkan efisiensi dalam pelaksanaan dan optimalisasi anggaran.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan akses terhadap layanan kesehatan fisik dan mental yang inklusif. SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Selain itu, keterlibatan Baznas Bantul sebagai mitra strategis mencerminkan implementasi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, organisasi lokal, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Resha Ayu).




