FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melaksanakan visitasi pelaksanaan magang peserta Pra-Program Pendidikan Dokter Spesialis (Pra-PPDS) asal Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar. Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 September 2026 ini bertujuan memantau proses pembelajaran sekaligus memberikan pendampingan kepada peserta dalam mempersiapkan diri menempuh pendidikan dokter spesialis.
Visitasi dipimpin oleh dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM. Tim yang terlibat terdiri atas Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K); dr. Erlangga Prasanya, Sp.An.; dr. Rianto Noviady Ramly, Sp.B., Sp.BP-RE.; Dr. dr. Ayu Paramaiswari, Sp.PD-KR.; dr. Kuky Cahya Hamurajib, Sp.OG.; dr. Fuad Anshori, M.Sc., Sp.PK(K); serta Yuyun Yohana, S.T.P. Kehadiran tim ini menjadi bagian dari upaya institusi untuk melihat secara langsung perkembangan peserta selama menjalani program magang.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Kuky Cahya Hamurajib, Sp.OG., melakukan visitasi terhadap dr. Tonci Uburuangge, peserta magang dari RSUD Nduga. Pemantauan mencakup kegiatan pembelajaran dan pengembangan keterampilan praktis, termasuk teknik tali-temali, serta aktivitas lain yang mendukung kesiapan peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
Magang Pra-PPDS menjadi salah satu tahapan persiapan yang penting bagi calon peserta pendidikan dokter spesialis. Selain memberikan pengalaman belajar, proses ini juga membantu peserta membangun kedisiplinan, meningkatkan keterampilan praktis, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pembelajaran klinis. Pemantauan secara langsung diperlukan agar proses pendampingan berjalan sesuai dengan tujuan pengembangan kompetensi dan kebutuhan peserta.
Bagi Kabupaten Nduga, pengembangan calon dokter spesialis bertujuan dalam mendukung pemerataan tenaga medis. Ketersediaan dokter dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses. Karena itu, pembinaan calon dokter spesialis perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap persiapan pendidikan hingga pengembangan kompetensi profesional.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap pengembangan tenaga medis dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pemantauan dan pendampingan proses pembelajaran calon dokter spesialis. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui upaya pemerataan tenaga medis bagi daerah terpencil. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi institusi pendidikan, rumah sakit, dan pemerintah daerah. (Kontributor: Munjayati).




