FK-KMK UGM Bersama ACPM dan PKPI Selenggarakan 20th ACPM 2025

FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama Perhimpunan Kedokteran Psikosomatik Indonesia (PKPI) dan Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) menyelenggarakan The 20th Congress of ACPM 2025, bersamaan dengan The 8th Congress and Scientific Meeting of Indonesian Society of Psychosomatic Medicine 2025. Acara diselenggarakan pada 13-14 September 2025, di Grand Hotel Yogyakarta. Mengusung tema Transforming Psychosomatic Medicine in Challenging World: Cross-Cultural Integration in Healthcare Systems, pertemuan ilmiah ini bertujuan untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip pengobatan psikosomatis dengan pemahaman lintas budaya dalam sistem kesehatan.

Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Alumni dan Pengabdian Kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Sudadi Sp.An., KNA., KAR., dalam sambutannya mengatakan bahwa perawatan psikosomatis sangat penting dikarenakan banyaknya penyakit yang dipengaruhi oleh stres, emosi, dan lingkungan. Pendekatan psikosomatis menjawab berbagai tantangan tersebut melalui tidak hanya perawatan gejala fisik, tetapi juga menggali permasalahan pada pasien secara psikologis dan sosial.

“Ini adalah pilar utama dalam memahami manusia dan praktik kedokteran yang berpusat pada pasien. Oleh karena itu, pertemuan ini merupakan forum yang penting untuk berbagi pengetahuan, inovasi, dan praktik terbaik dari para ahli di Asia dan seluruh dunia,” kata dr. Sudadi.

Selama dua hari, acara terdiri atas plenary lecture, simposium, workshop, serta presentasi oral dan poster. Plenary lecture dilaksanakan pada hari pertama, 13 September 2025, dalam dua sesi. Kedua sesi membahas peran mikrobiota usus dalam gangguan terkait stres, hubungan antara pendekatan psikosomatis dan perawatan paliatif dalam praktik klinis, penelitian dan pendekatan biopsikososial klinis untuk pasien dengan Irritable Bowel Syndrome, perkembangan kedokteran psikosomatis dan paliatif di Indonesia, sejarah ACPM, topik Fibromyalgia terkini di Jepang, dan pengobatan psikosomatis di Tiongkok.

Sementara itu, simposium terdiri atas 12 sesi selama dua hari. Topik-topik yang diangkat seperti “Psychosomatic Approach in Clinical Practice”, “Psychosomatic Treatment in Japan”, “Mind and Endocrinology”, “Mind and Rheumatology”, “Mind and Immunology”, “Mind and Gastroenterology”, dan “Mind and Nephrology”, “Intervention Strategies for Psychosomatic Disorders”, “Neuromodulation Therapy for Emotional and Cognitive Disorders”, “Psychosomatic and Palliative Care”, “Research Forum in Psychosomatic and Palliative Care”, dan “Traditional Chinese Psychosomatic Medicine”.

Sementara itu, berbagai topik yang dibahas dalam workshop antara lain “Management of Insomnia”, “Communication in Psychosomatic and Palliative Care”, “Heart Rate Variability Test and Hypnotherapy”, dan “Holistic and Regenerative Therapy in Palliative”.

Keterlibatan FK-KMK UGM dalam The 20th Congress of ACPM 2025 turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pertemuan ilmiah tersebut mendukung pendidikan untuk keberlanjutan, inovasi, dan kemitraan global dalam perawatan psikosomatis pada masa kini dan mendatang. (Penulis: Citra/Humas).