FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi, dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D., berkontribusi dalam penyusunan buku saku “Panduan Terapi Sistemik Dermatitis Atopik 2026”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Mason Pine Hotel, Bandung, dengan melibatkan para pakar untuk merumuskan rekomendasi terapi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan praktik klinis. Penyusunan panduan ini bertujuan menyediakan referensi bagi tenaga kesehatan dalam menentukan tata laksana dermatitis atopik secara tepat sesuai kondisi pasien.
Penyusunan buku saku ini dilakukan melalui diskusi ilmiah yang mengintegrasikan hasil penelitian terbaru dan pengalaman klinis para pakar. Pembahasan diarahkan untuk merumuskan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam praktik pelayanan kesehatan. Proses tersebut penting agar panduan yang dihasilkan tidak hanya mengikuti perkembangan ilmu kedokteran, tetapi juga mempertimbangkan penerapannya dalam penanganan pasien sehari-hari.
Dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kulit yang memerlukan penanganan sesuai tingkat keparahan dan kondisi masing-masing pasien. Pada kasus tertentu, terapi sistemik dapat menjadi salah satu pilihan penanganan. Oleh karena itu, pemilihan terapi membutuhkan pertimbangan klinis yang cermat dengan memperhatikan bukti ilmiah, manfaat, risiko, serta respons pasien terhadap pengobatan.
Keterlibatan dr. Sri Awalia Febriana menjadi bagian dari kontribusi Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM dalam pengembangan pengetahuan dan pedoman klinis di bidang dermatologi. Partisipasi tenaga ahli dalam proses penyusunan panduan memungkinkan pertukaran pengalaman dan perspektif, sehingga rekomendasi yang dirumuskan dapat mempertimbangkan berbagai aspek dalam praktik klinis.
Buku saku “Panduan Terapi Sistemik Dermatitis Atopik 2026” diharapkan menjadi referensi yang komprehensif, mutakhir, dan mudah digunakan oleh tenaga kesehatan. Keberadaan panduan yang disusun berdasarkan bukti ilmiah dapat membantu mendukung pengambilan keputusan klinis, terutama dalam mempertimbangkan pilihan terapi yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap peningkatan mutu tata laksana dermatitis atopik. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan referensi klinis bagi tenaga kesehatan serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi para ahli dalam penyusunan panduan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




