FK-KMK UGM Berpartisipasi dalam Living Evidence 2026 di Melbourne

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam konferensi internasional Living Evidence 2026 yang diselenggarakan oleh Cochrane Australia bekerja sama dengan Monash University di St. Kilda Road dan kampus Monash University, Melbourne, Australia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16 hingga 18 Februari 2026.

Konferensi ini membahas paradigma Living Evidence, yakni model sintesis bukti yang memungkinkan pembaruan data medis secara berkelanjutan dan waktu nyata. Pendekatan ini dinilai krusial dalam menjaga relevansi rekomendasi klinis di tengah dinamika temuan ilmiah yang berkembang sangat cepat. Dengan model ini, proses pembaruan pedoman klinis tidak lagi bersifat periodik konvensional, melainkan adaptif dan responsif terhadap temuan terbaru.

Fokus utama konferensi tahun ini adalah transformasi digital dalam riset kesehatan melalui integrasi kecerdasan buatan, termasuk Machine Learning dan Natural Language Processing, ke dalam alur kerja telaah sistematis. Implementasi teknologi ini diarahkan untuk mengotomatisasi proses seleksi studi, ekstraksi data, serta pemantauan publikasi terbaru sehingga mampu meminimalkan potensi kesalahan manusia dan mempercepat translasi hasil riset menjadi kebijakan kesehatan yang berbasis bukti. Diskusi juga menekankan pentingnya tata kelola data, validitas metodologis, serta etika penggunaan AI dalam penelitian medis.

Partisipasi delegasi FK-KMK UGM dalam konferensi ini sebagai bukti dalam memperkuat praktik evidence-based medicine di Indonesia. Transfer pengetahuan dan jejaring kolaborasi internasional yang terbangun diharapkan dapat mempercepat adopsi metodologi Living Evidence di lingkungan akademik dan layanan kesehatan nasional, sehingga kualitas pengambilan keputusan klinis semakin presisi, transparan, dan akuntabel.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan protokol klinis yang berbasis pada data paling mutakhir guna meningkatkan mutu layanan dan menekan angka kesakitan serta kematian. SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur tercermin dalam pemanfaatan infrastruktur digital dan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat sistem riset dan layanan kesehatan yang tangguh. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan terimplementasi melalui kolaborasi transnasional dan pertukaran metodologi antar institusi riset global demi percepatan kemajuan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Tim CEBU).