FK-KMK UGM Berpartisipasi dalam Asian Conference on Pharmacoepidemiology 2025

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM berpartisipasi dalam Asian Conference on Pharmacoepidemiology 2025. Konferensi ini merupakan pertemuan ke-17 yang diselenggarakan oleh International Society of Pharmacoepidemiology di kawasan Asia. FK-KMK UGM mengirimkan Prof. Erna Kristin pada konferensi tersebut.

Kegiatan Asian Conference on Pharmacoepidemiology 2025 dilaksanakan pada tahun 2025 dan dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan terkait keamanan obat, efektivitas terapi, serta pemanfaatan data kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis dan kebijakan publik. Rangkaian agenda ilmiah meliputi sesi pleno, presentasi oral, pemaparan poster penelitian, serta simposium yang mengangkat topik di bidang farmakoepidemiologi.

Dalam forum tersebut, Prof. Erna Kristin mempresentasikan poster penelitian berjudul Inpatient Antibiotic Utilization Before and During COVID-19 in an Indonesian Hospital. Penelitian ini menganalisis pola penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di Indonesia sebelum dan selama pandemi COVID-19. Kajian tersebut menyoroti perubahan tren penggunaan antibiotik dalam situasi krisis kesehatan serta implikasinya terhadap risiko resistensi antimikroba. Isu ini menjadi perhatian global mengingat peningkatan penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat memperburuk ancaman resistensi dan berdampak pada efektivitas terapi di masa depan.

Partisipasi dalam konferensi ini mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendorong praktik penggunaan obat yang rasional berbasis bukti ilmiah. Selain memperkuat kontribusi akademik, keterlibatan ini juga membuka peluang kolaborasi riset lintas negara dalam pengembangan kebijakan farmasi dan sistem kesehatan yang lebih responsif terhadap tantangan global.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui kontribusi ilmiah dalam meningkatkan keamanan serta rasionalitas penggunaan obat demi perlindungan kesehatan masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam partisipasi pada forum ilmiah internasional sebagai sarana pembelajaran dan peningkatan kapasitas akademik, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ilmu dan kebijakan farmakoepidemiologi. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).