FK-KMK UGM Berkontribusi dalam Simposium PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berkontribusi dalam pengembangan ilmu dermatologi, venereologi, dan estetika melalui keterlibatan sejumlah staf Departemen Dermatologi dan Venereologi sebagai narasumber dan moderator dalam Simposium Hari Ke-1 Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026. Kegiatan bertema “Scientific Breakthroughs and Emerging Technologies in Dermatology” ini berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Yogyakarta Marriott Hotel.

Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM yang hadir sebagai narasumber adalah Dr. dr. Satiti Retno Pudjiati, Sp.D.V.E., Subsp.Ven.; Prof. Dr. med. dr. Retno Danarti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A.; dr. Sri Awalia Febriana, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.I., Ph.D.; Dr. dr. Niken Trisnowati, M.Sc., Sp.D.V.E., Subsp.D.A.; serta dr. Flandiana Yogianti, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E. Sementara itu, dr. Dyah Ayu Mira Oktarina, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., dan dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E., berperan sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi ilmiah.

Keterlibatan staf FK-KMK UGM dalam dua peran tersebut turut memperkaya dinamika forum. Sebagai narasumber, para akademisi berbagi pengetahuan dan perspektif sesuai bidang keilmuannya. Sementara itu, moderator berperan menjaga alur diskusi agar pembahasan dapat berlangsung terarah dan memberikan ruang bagi pertukaran gagasan. Kombinasi keduanya mendukung suasana akademik yang mendorong peserta untuk memahami perkembangan ilmu sekaligus melihat relevansinya terhadap tantangan praktik klinis.

Kemajuan teknologi menghadirkan peluang baru dalam pengembangan layanan dermatologi. Namun, pemanfaatannya tetap membutuhkan pemahaman ilmiah yang kuat serta pembaruan kompetensi secara berkelanjutan. Karena itu, forum ilmiah seperti PIT PERDOSKI memiliki peran penting dalam mempertemukan akademisi dan praktisi untuk membahas perkembangan ilmu, berbagi pengalaman, serta memperluas perspektif mengenai penerapan inovasi dalam pelayanan kesehatan.

Bagi Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, partisipasi dalam kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Pertukaran pengetahuan dalam forum ilmiah diharapkan dapat memperkuat hubungan antara perkembangan riset dan kebutuhan praktik klinis, sehingga inovasi yang dibahas dapat menjadi referensi dalam peningkatan kualitas layanan. Keterlibatan aktif sivitas akademika dalam kegiatan ilmiah sekaligus mencerminkan pentingnya kolaborasi untuk menjaga relevansi pendidikan kedokteran dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui dukungan terhadap pengembangan pelayanan kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).