FK-KMK UGM Berkontribusi dalam E-Teaching Class Pra-PIT XXI PERDOSKI 2026

FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi berkontribusi dalam kegiatan E-Teaching Class Pra-PIT XXI PERDOSKI 2026 bertajuk “Dermatology for the Frontliners: Innovations and Best Practices in Dermatological Care”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Minggu, 2 Agustus 2026, ini menghadirkan dr. Alessandro Alfieri, M.Med.Sc., Sp.D.V.E., sebagai narasumber dan dr. Shinta Trilaksmi Dewi, Ph.D., Sp.D.V.E., sebagai moderator.

Dalam sesi bertajuk “Pemeriksaan Laboratorium Komprehensif pada Kasus Dermatologi: Metode dan Interpretasi”, dr. Alessandro Alfieri membahas peran pemeriksaan laboratorium sebagai salah satu komponen penting dalam proses penegakan diagnosis dan penatalaksanaan pasien dermatologi. Pemilihan pemeriksaan penunjang perlu mempertimbangkan kondisi klinis pasien dan tujuan pemeriksaan agar informasi yang diperoleh dapat digunakan secara tepat.

Pemeriksaan laboratorium tidak cukup hanya dilakukan berdasarkan ketersediaan metode. Tenaga kesehatan juga perlu memahami indikasi, karakteristik, serta keterbatasan setiap pemeriksaan sebelum menentukan langkah selanjutnya. Interpretasi hasil harus dikaitkan dengan kondisi klinis pasien sehingga tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Dalam kegiatan ini, dr. Shinta Trilaksmi Dewi memandu jalannya sesi sebagai moderator. Peran moderator membantu menjaga alur diskusi agar pembahasan tetap terarah pada materi yang disampaikan. Forum tersebut juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara pemeriksaan laboratorium dan pengambilan keputusan klinis dalam berbagai kasus dermatologi.

Bagi tenaga kesehatan, kemampuan memilih dan menginterpretasikan pemeriksaan penunjang merupakan keterampilan yang perlu terus diperbarui seiring perkembangan ilmu kedokteran. Pemahaman yang baik terhadap hasil laboratorium dapat membantu tenaga medis menilai kondisi pasien secara lebih menyeluruh dan menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan klinis.

Pelaksanaan E-Teaching Class secara daring juga memungkinkan penyebaran pengetahuan tanpa dibatasi kehadiran fisik di satu lokasi. Format ini membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk mengikuti pembelajaran dan memperoleh wawasan dari narasumber yang memiliki keahlian di bidangnya. Melalui pertukaran pengetahuan tersebut, peserta diharapkan dapat menerapkan pemahaman yang diperoleh dalam praktik pelayanan sehari-hari.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pengetahuan yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).