FK-KMK UGM Beri Penghormatan Purnatugas Prof. Yohanes Widodo dalam Launching Buku dan Seminar Bedah Kulit Regeneratif

Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV) FK-KMK UGM berkolaborasi bersama Keluarga Alumni Gadjah Mada Kedokteran (KAGAMADOK) DVE menyelenggarakan kegiatan Tribute Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K pada Sabtu, 15 November 2025 hingga Minggu, 16 November 2025. Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan melalui acara Malam Tribute serta Seminar dan Launching Buku “Bedah Kulit Regeneratif: Menyatukan Ilmu, Inovasi, dan Praktik Klinik. Bertempat di Auditorium FK-KMK UGM, kegiatan ini dihadiri sebanyak 400 peserta, baik daring maupun luring. 

Kegiatan Tribute Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E, Subsp.O.B.K bertujuan untuk memberikan penghormatan secara resmi dan tulus atas dedikasi, kontribusi, dan pengabdiannya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan di lingkungan Departemen DV FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito selama masa karirnya. Prof. Yohanes merupakan salah satu profesor kebanggaan FK-KMK yang telah berdedikasi besar dalam berkontribusi di dunia dermatologi modern yang diakui di seluruh dunia.

dr. Arief Budiyanto, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan tribute ini merupakan sebuah penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Prof. Yohanes atas jasanya di Departemen Dermatologi dan Venereologi. Selain itu, Prof Yohanes dikenal sebagai sosok pengajar yang memiliki integritas tinggi dan memiliki komitmen kuat pada kemanusiaan. Beliau juga dikenal sebagai ilmuwan cerdas yang mampu mempertemukan teori, inovasi, dan praktik klinis dalam penanganan bedah kulit.

“Tidak semua orang memiliki kemampuan seperti beliau dan kami harap kegiatan ini mampu memberikan penghargaan tertinggi kepada Prof Yohanes. Semoga, kelak FK-KMK UGM dapat melahirkan sosok seperti Prof. Yohanes ke depannya,” kata dr. Arief.

Prof. Dr. Med. dr. Retno Danarti, Sp.D.V.E., Subsp.D.A., FINSDV., FAADV selaku Ketua Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM turut menyampaikan bahwa seminar ilmiah yang diselenggarakan bukan hanya berbagi ilmu, tetapi menjadi ruang penghormatan kepada Prof. Yohanes atas jasanya di dunia Dermatologi di Indonesia. Prof Retno juga menegaskan bahwa Departemen Dermatologi dan Venereologi menyampaikan rasa bangga telah menjadi saksi bisu perjalanan karier Prof. Yohanes.

“Selama puluhan, tahun beliau menjadi sosok yang memiliki kontribusi luar biasa dalam pendidikan, penelitian, dan pengajaran. Keberanian untuk terus belajar dan komitmen untuk kebermanfaatan masyarakat, perlu diteladani dan dijadikan nilai-nilai kehidupan,” kata Prof. Yohanes.

dr. Eniarti, M.Sc, Sp.KJ, MMR selaku Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito menyampaikan apresiasi dan bangga atas kerja keras Prof. Yohanes yang sarat akan makna. Prof. Yohanes dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen kuat untuk bekerja profesional dan berbagai pengetahuan. dr. Eniarti berharap, semoga Indonesia dapat melahirkan kembali sosok seperti Prof. Yohanes yang memiliki sinergi yang kuat dalam pelayanan dan pembelajaran di bidang dermatologi dan venereologi.

“Saya sampaikan rasa terima kasih kepada Prof. Yohanes, semoga perjuangan beliau mampu menjadi motivasi sejawat untuk memberikan banyak karya publikasi yang bermanfaat bagi manusia,” kata dr. Eniarti.

Sementara itu, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM menyampaikan rasa bangga atas dedikasi Prof. Yohanes yang dikenal sebagai sosok yang penuh inspirasi. Prof. Yodi menyebut, Prof. Yohanes dikenal sebagai sosok berintegritas tinggi yang mewarnai sejarah perjalanan FK-KMK UGM. Prof. Yodi menegaskan, buku karya Prof. Yohanes berjudul “Bedah Kulit Regeneratif: Menyatukan Ilmu, Inovasi, dan Praktik Klinik menjadi bukti dan DNA semangat untuk berinovasi dalam membawa harapan baru bagi kemanusiaan.

“Kami atas nama fakultas mengucapkan terima kasih atas dedikasi Prof. Yohanes. Buku ini merupakan bukti bahwa ilmu tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi mampu diimplementasikan di ruang masyarakat. Semoga, ke depannya dapat melahirkan sosok baru yang regeneratif dalam membangun keilmuan di masa yang akan datang,” kata Prof. Yodi.

Acara berlanjut pada seminar yang menghadirkan tiga sesi. Ketiga sesi tersebut antara lain Sesi 1 yang membahas materi “Aplikasi Terapi Biologis Modern Dalam Dermatologi: Sekrektom, Eksosom, PRP, dan Sel Punca pada Praktek Dermatologi” yang disampaikan oleh Prof. Yohanes, Sesi 2 memaparkan materi “Transplantasi Rambut dan Terapi Regeneratif: Pendekatan Klinis Berbasis Bukti untuk Penanganan Kebotakan” yang disampaikan oleh dr. Gunawan Budisantoso, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K dan materi “Teknik Anestesi dalam Intervensi Kulit Sehari-hari: Tips dan Tren” yang disampaikan oleh dr. Susanti Budiamal, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., FINSDV., FAADV; serta Sesi 3 memaparkan materi “Pendekatan Fungsional dan Estetik untuk Revisi Parut” yang disampaikan oleh  dr. I Gusti Nyoman Darma Putra, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K dan materi “Pashing the Limits of Dermatological Therapy From Small Molecules to Big Cell” yang disampaikan oleh Prof. Maurice van Steensel, M.D., Ph.D.

Pada presentasi Sesi 1, Prof. Yohanes menjelaskan pengalaman sebagai dokter dermatologi yang aktif meneliti dermatologi regeneratif. Prof. Yohannes menegaskan bahwa pengalamannya ini merupakan sebuah perjalanan belajar yang semua telah dibukukan dalam Buku “Bedah Kulit Regeneratif: Menyatukan Ilmu, Inovasi, dan Praktik Klinik

Presentasi kemudian berlanjut pada Sesi 2. dr. Gunawan menyampaikan bahwa prosedur bedah dan non bedah untuk restorasi rambut telah banyak mengalami perubahan evolusi dalam 100 tahun terakhir. Penanganan pasien kebotakan secara efektif perlu pemahaman riset translasional secara menyeluruh untuk menentukan klasifikasi secara akurat, diikuti dengan perencanaan, teknik operasi, serta masukan substansial dari pasien.

Presentasi dilanjutkan oleh dr. Susanti yang menegaskan perlunya prosedur anestesi yang tepat di bidang dermatologi, di antaranya anestesi lokal, anestesi lokal infiltrasi, anestesi blok jari dan nasal, anestesi lokal tumesen. Selain itu, untuk memberikan rasa aman kepada pasien, hal yang perlu diperhatikan ialah prinsip penggunaan anestesi dan keamanan anestesi lokal.

Pada pemaparan Sesi 3, dr. Darma Putra menyampaikan bahwa parut (scar) merupakan masalah multidimensi yang tidak berhenti pada estetika kulit, melainkan dapat mengganggu fungsi gerak, ekspresi, dan kualitas hidup pasien. Penanganan masalah parut juga diperlukan terapi multimodal yang merupakan kombinasi antara teknik bedah kulit dan non bedah serta memperhatikan masalah fungsional dan estetika untuk memberikan hasil pelayanan medis yang lebih lengkap dan memuaskan.

Kemudian, pemaparan ini disambung oleh Prof. Maurice yang menjelaskan bahwa terapi dermatologi telah mengalami perkembangan besar. Dalam kedokteran dermatologi, inovasi penelitiannya berada melampaui batas-batas terapi tradisional yang bergerak pada penggunaan small molecules dan big cells. Prof. Maurice juga mengapresiasi Prof. Yohanes yang menjadi tokoh pionir perkembangan keilmuan pada dermatologi modern. (Penulis: Tedy Aprilianto. Editor: Sri Awalia Febriana)