FK-KMK UGM. Program Studi Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Basic Life Support bagi residen baru sebagai bagian dari mata kuliah umum berbasis keterampilan klinis. Kegiatan ini dilaksanakan di RSUP Dr. Sardjito, tepatnya di Ruang Pendidikan dan Pelatihan, dengan melibatkan 20 residen baru sebagai peserta. Pelatihan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran awal tahun akademik guna membekali peserta dengan kompetensi dasar dalam penanganan kegawatdaruratan anak secara sistematis dan terstandar.
Pelatihan Basic Life Support ini difokuskan pada penguatan kemampuan bantuan hidup dasar pada anak serta manajemen jalan napas dalam kondisi kritis. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi skill lab injeksi intraoseus sebagai prosedur penting dalam akses vaskular darurat pada pasien pediatrik. Materi disampaikan oleh narasumber dari Staf Divisi Etika yang memberikan pembekalan melalui pendekatan praktik langsung, simulasi kasus, serta diskusi interaktif guna memastikan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis berjalan seimbang.
Melalui pendekatan hands-on training, residen diperkenalkan pada algoritma penanganan henti napas dan henti jantung pada anak, teknik resusitasi jantung paru, serta prinsip stabilisasi pasien sebelum penanganan lanjutan. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan respons klinis yang cepat, tepat, dan terukur sesuai standar pelayanan medis. Penguatan kompetensi sejak awal masa pendidikan menjadi elemen penting dalam membentuk dokter spesialis anak yang sigap menghadapi situasi klinis kritis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesiapan individu residen dalam praktik klinis, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan dokter spesialis berbasis kompetensi. Dengan pembelajaran terstruktur dan supervisi langsung, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan teoretis dengan keterampilan praktik secara profesional dan beretika.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kondisi kegawatdaruratan anak secara cepat dan tepat sehingga berkontribusi pada penurunan risiko mortalitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan pendidikan kedokteran spesialis berbasis kompetensi yang menekankan keterampilan praktik, standar klinis, serta evaluasi terstruktur untuk menjamin mutu lulusan tenaga kesehatan. (Kontributor: Muhammad N. Afif).




