FK-KMK UGM.Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Workshop Kupas Tuntas Unit Cost Pelayanan Rumah Sakit Batch 10 sebagai upaya memperkuat kapasitas pengelolaan pembiayaan layanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Workshop dilaksanakan pada 8–10 April 2026 di Hotel Santika Premiere Yogyakarta dan diikuti oleh sembilan peserta yang berasal dari berbagai institusi, mulai dari rumah sakit daerah, rumah sakit swasta, hingga rumah sakit pendidikan, dengan latar belakang profesi yang beragam. Kegiatan ini untuk pembelajaran intensif bagi para praktisi rumah sakit untuk memahami penghitungan biaya layanan secara akurat dan berbasis data.
Kegiatan dibuka oleh Yos Hendra, SE., MM., Ak., CA., M.Ec.Dev. yang menekankan pentingnya kemampuan rumah sakit dalam mengelola informasi unit cost di tengah dinamika sistem pembiayaan JKN. Ia menjelaskan bahwa perubahan lingkungan pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk menjaga keseimbangan antara mutu layanan dan efisiensi biaya. Dalam konteks ini, analisis unit cost menjadi instrumen penting untuk memastikan keberlanjutan layanan sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Arief Surya Irawan, S.E., M.Com., Ak., CA. yang mengulas konsep akuntansi biaya dalam manajemen rumah sakit. Ia menegaskan bahwa kompleksitas operasional rumah sakit membutuhkan sistem pengelolaan biaya yang terstruktur dan akurat. Dengan penerapan akuntansi biaya yang tepat, rumah sakit dapat mengidentifikasi komponen biaya secara rinci, mengendalikan pengeluaran, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Pada sesi berikutnya, Barkah Wahyu P., S.E., Ak., CA. memberikan pembekalan terkait persiapan pengumpulan data unit cost. Peserta diajak memahami tahapan penting mulai dari identifikasi sumber data, metode pengumpulan, hingga prinsip-prinsip pengolahan data. Ia menekankan bahwa kualitas data menjadi faktor kunci dalam menghasilkan analisis unit cost yang valid dan dapat diandalkan.
Memasuki hari kedua, peserta mengikuti sesi simulasi pengumpulan dan analisis unit cost yang dipandu oleh Husniawan Prasetyo, S.E. Dalam praktik ini, peserta menggunakan perangkat Microsoft Excel untuk mengolah data biaya berdasarkan template yang telah disediakan. Melalui simulasi ini, peserta mempraktikkan secara langsung proses penghitungan biaya layanan hingga menghasilkan output unit cost yang dapat diterapkan di institusi masing-masing.
Pada hari terakhir, sesi difokuskan pada simulasi analisis data unit cost serta penyusunan tarif layanan berbasis hasil perhitungan tersebut. Barkah Wahyu P. menjelaskan bahwa unit cost tidak hanya berfungsi sebagai alat analisis, tetapi juga sebagai dasar dalam penentuan tarif layanan dan evaluasi kebijakan pembiayaan rumah sakit. Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut oleh peserta untuk mengembangkan sistem penghitungan unit cost di tempat kerja masing-masing.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan sistem pembiayaan layanan kesehatan yang efisien untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pembelajaran berbasis praktik. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan tata kelola sistem kesehatan. (Kontributor: Ubaid Hawari).




