FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan briefing bagi mahasiswa Magister Ilmu Biomedik peminatan Farmakologi angkatan 2025 sebagai bagian dari pembekalan awal studi pascasarjana. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai arah pembelajaran, lini masa akademik, serta perencanaan pengembangan penelitian selama masa studi. Briefing ini diikuti oleh mahasiswa baru peminatan farmakologi guna mempersiapkan mereka dalam menghadapi tantangan akademik dan riset di bidang biomedik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 13 Februari 2026.
Kegiatan briefing dipandu oleh Ketua Peminatan Farmakologi, Dr. dr. Woro Rukmi Pratiwi, M.Kes., Sp.PD, FINASIM, yang menyampaikan gambaran umum mengenai sistem pembelajaran, tahapan studi, serta capaian akademik yang diharapkan. Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan dengan struktur kurikulum, mekanisme evaluasi, serta pentingnya integrasi antara teori dan praktik dalam bidang farmakologi.
Pada tahun akademik ini, terdapat lima mahasiswa yang bergabung dalam peminatan Farmakologi, yaitu Charelia Wibawa, Chintya Ghaisani, Drian Wicaksono, Firda Asyhari, dan Jekli. Kelima mahasiswa tersebut diharapkan mampu mengembangkan kompetensi yang kuat, khususnya dalam memahami mekanisme kerja obat, penerapan terapi berbasis bukti, serta pengembangan penelitian biomedik yang relevan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga didorong untuk mulai merancang rencana penelitian sejak awal studi. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses penyelesaian studi sekaligus meningkatkan kualitas luaran penelitian yang dihasilkan. Selain itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan inovasi di bidang farmakologi dan terapi.
Briefing ini tidak hanya berfungsi sebagai orientasi akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi awal antara mahasiswa dan pengelola program studi. Dengan demikian, mahasiswa dapat lebih siap dalam menjalani proses pembelajaran yang menuntut kemandirian, kedalaman analisis, serta kemampuan berpikir kritis.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset farmakologi yang berkontribusi pada pengembangan terapi yang lebih efektif dan aman bagi masyarakat, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana yang sistematis dan berbasis riset untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui dorongan kolaborasi lintas disiplin dan jejaring penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. (Kontributor: Sudi Indra Jaya).




