FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi turut berkontribusi dalam kegiatan Instagram Live Road to PIT XXI PERDOSKI Yogyakarta 2026 dengan menghadirkan Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K., sebagai narasumber. Kegiatan ilmiah bertajuk “Cells to The Rescue: New Hope for Chronic Wound” tersebut diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026, dengan dr. Verdy, M.Sc., Sp.D.V.E., FINSDV sebagai host Instagram Live dan membahas perkembangan terapi berbasis sel dalam penanganan luka kronis.
Melalui kegiatan tersebut, Prof. Widodo menyampaikan pemaparan mengenai potensi dan perkembangan terapi berbasis sel sebagai salah satu pendekatan dalam penatalaksanaan luka kronis. Pembahasan diarahkan pada perkembangan ilmu dan teknologi regeneratif yang terus berkembang serta peluang pemanfaatannya untuk mendukung proses penyembuhan luka.
Dalam pemaparannya, Prof. Widodo turut membahas bagaimana perkembangan teknologi dapat memberikan peluang bagi pengembangan pendekatan terapi di masa mendatang. Diskusi tidak hanya melihat aspek inovasi, tetapi juga menempatkan perkembangan tersebut dalam konteks ilmu pengetahuan yang terus diperbarui melalui penelitian. Pemahaman mengenai perkembangan terapi menjadi penting agar tenaga kesehatan dapat mengikuti dinamika ilmu kedokteran dan mempertimbangkan penerapannya berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia.
Format Instagram Live juga memberikan ruang yang lebih luas bagi penyebarluasan informasi ilmiah. Melalui platform digital tersebut, materi mengenai perkembangan terapi berbasis sel dapat diakses oleh masyarakat dan tenaga kesehatan tanpa harus hadir secara langsung di lokasi kegiatan. Hal ini menjadikan kegiatan ilmiah tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan akademik, tetapi juga sarana edukasi yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penyebarluasan pengetahuan mengenai perkembangan pendekatan inovatif dalam penanganan luka kronis. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui edukasi dan diseminasi pengetahuan ilmiah kepada tenaga kesehatan serta masyarakat. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi).




