FK-KMK UGM Bahas Puasa Sehat untuk Imunitas dan Vitalitas dalam NGASO Episode 3

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Fisiologi kembali menyelenggarakan Webinar Series Ramadhan 2026/1447 Hijriah bertajuk “NGASO (Ngabuburit Bersama Fisiologi)” Episode 3 sebagai upaya edukasi ilmiah kepada masyarakat terkait manfaat puasa bagi kesehatan.

Webinar ini mengangkat tema “Puasa Sehat: Kunci Imunitas Kuat dan Vitalitas Sepanjang Usia” dan menjadi bagian dari rangkaian Annual Scientific Meeting (ASM) FK-KMK UGM dalam peringatan Dies Natalis ke-80 dan Lustrum XVI. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis, 12 Maret 2026, serta diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum.

Webinar menghadirkan dua narasumber dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, yaitu dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP dan dr. Andreanyta Meliala, Ph.D., AIFM, dengan moderator Dr. dr. Ratna Dewi Puspita, M.Sc. Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber.

Pada sesi pertama, dr. Widya Wasityastuti memaparkan bagaimana puasa berkontribusi terhadap penguatan sistem imun dan kesehatan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa selama puasa Ramadhan yang berlangsung sekitar 12–14 jam, tubuh mengalami perubahan metabolisme berupa pergeseran penggunaan energi dari glukosa menuju oksidasi asam lemak dan produksi badan keton. Proses ini memicu terjadinya metabolic switching yang berperan dalam mengaktifkan autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak sekaligus menekan proses inflamasi.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa mekanisme tersebut juga berdampak pada peningkatan fungsi sel T regulator dan sel T memori yang berperan dalam menjaga keseimbangan sistem imun. Dengan demikian, puasa tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan manfaat fisiologis yang signifikan dalam mengendalikan peradangan kronis yang berkaitan dengan penuaan dan penyakit metabolik. Namun demikian, ia menekankan bahwa manfaat puasa akan optimal apabila disertai pola hidup sehat seperti asupan gizi seimbang, aktivitas fisik teratur, kualitas tidur yang baik, serta pengelolaan stres yang tepat.

Pada sesi kedua, dr. Andreanyta Meliala membahas puasa dalam perspektif longevity dan healthy aging. Ia menjelaskan konsep lifespan dan healthspan, yaitu pentingnya tidak hanya memperpanjang usia, tetapi juga menjaga kualitas kesehatan sepanjang kehidupan. Menurutnya, proses penuaan dipengaruhi oleh faktor seperti stres oksidatif, peradangan kronis, hipoksia seluler, serta stres seluler. Dalam konteks ini, puasa berperan sebagai stresor biologis yang adaptif yang mampu mengaktifkan mekanisme perlindungan tubuh dan meningkatkan ketahanan sel terhadap berbagai tekanan metabolik.

Selain aspek fisiologis, dr. Andreanyta juga menyoroti dimensi psikologis puasa, seperti kemampuan mengendalikan diri dan meningkatkan kesadaran diri. Ia menegaskan bahwa kombinasi manfaat fisiologis dan psikologis dari puasa memberikan kontribusi penting terhadap kesehatan secara menyeluruh.

Kegiatan ini selaras SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi ilmiah mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan sistem imun selama puasa, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas melalui kegiatan webinar. Serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan kolaborasi sivitas akademika dalam menyelenggarakan kegiatan ilmiah sebagai bagian dari Annual Scientific Meeting FK-KMK UGM. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).