FK-KMK UGM. Departemen Dermatologi dan Venereologi berpartisipasi dalam pengembangan keilmuan Dermatologi, Venereologi, dan Estetika melalui forum ilmiah nasional. Prof. Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.D.V.E., Subsp.O.B.K. hadir sebagai narasumber dalam Simposium “Updates from Basic Science to Evidence-Based Clinical Excellence” yang diselenggarakan bersamaan dengan SUBDERMAL 2026 di Hotel Platinum Surabaya. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026, dengan pembahasan mengenai perkembangan terapi berbasis sel punca atau stem cell dalam bidang dermatologi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yohanes menyampaikan materi bertajuk “Stem Cell-Based Therapies in Dermatology: Current Evidence, Challenges, and Future Directions”. Materi membahas perkembangan terapi berbasis sel punca dari sisi dasar ilmiah hingga bukti klinis yang tersedia saat ini. Perkembangan tersebut menjadi salah satu bidang yang terus dikaji dalam ilmu dermatologi seiring meningkatnya perhatian terhadap pendekatan terapi regeneratif.
Melalui pemaparan berbasis bukti ilmiah, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan penelitian terapi sel punca sekaligus peluang dan keterbatasannya. Pendekatan berbasis evidence menjadi penting agar inovasi yang berkembang dalam bidang dermatologi dapat dipahami secara proporsional, dengan mempertimbangkan hasil penelitian yang telah tersedia serta kebutuhan untuk terus melakukan kajian lebih lanjut.
Terapi berbasis sel punca merupakan bagian dari perkembangan ilmu kedokteran regeneratif yang terus mengalami penelitian. Dalam bidang dermatologi, pendekatan ini memiliki potensi untuk dikembangkan dalam berbagai kondisi, tetapi penerapannya tetap memerlukan dukungan bukti ilmiah yang memadai. Karena itu, pembahasan mengenai dasar biologis, hasil penelitian, keamanan, dan efektivitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan terapi tersebut.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan riset serta pengembangan inovasi di bidang kesehatan. (Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).




