FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK-KMK UGM menyelenggarakan webinar dengan tajuk “Laporan Terkini: Manajemen Operasional Respon Banjir Aceh Utara”, pada Senin (12/1). Webinar ini dilaksanakan menggunakan platform Zoom dan Youtube dengan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari akademisi dan klinisi dari berbagai daerah. Tujuan kegiatan ini ialah, memberikan ruang edukasi kepada publik terkait pengalaman lapangan manajemen operasional yang tepat dalam menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan.
Webinar ini dibuka dengan sambutan pengantar dari Sutono, S.Kp., M.Sc., M.Kep selaku Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM. Sutono menyampaikan bahwa, FK-KMK UGM bersama dengan jejaring AHS dan rumah sakit telah melaksanakan kegiatan respon tanggap bencana kepada masyarakat yang terdampak. Dalam kegiatan ini FK-KMK UGM mengirimkan 9 tim yang terdiri dari, Tim assessment, Tim Aceh 1, Tim Aceh 2, Tim Aceh 3, Tim Aceh 4, Tim Bener Meriah, Tim Penjernih Air (Sanitasi), Tim Medis, dan Tim monev. Keseluruhan tim ini bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk membangun pemulihan di Aceh.
“Kami berharap kontribusi yang dilakukan oleh Pokja Bencana FK-KMK dapat berkontribusi dalam membangun Aceh dan semoga dapat menciptakan ketahanan kesehatan yang berkelanjutan”, kata Sutono.
Acara berlanjut dengan penayangan video perjalanan pengabdian darurat tanggap bencana di Aceh. Perjuangan tim dari Pokja FK-KMK ini memiliki prioritas utama untuk memulihkan dan menciptakan ketahanan pelayanan kesehatan di Aceh serta, pendampingan Pusat Darurat Operasi Kesehatan/Health emergency Operation Center (HEOC).
Kemudian, webinar ini menyajikan pemaparan materi dari perspektif Pokja Bencana FK-KMK UGM dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dengan dimoderatori oleh Happy Pangaribuan selaku Ketua Divisi Manajemen Kesehatan PKMK FK-KMK UGM. Pemaparan materi pertama disampaikan oleh apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid selaku peneliti dan konsultan PKMK FK-KMK UGM. Adapun materi yang disampaikan ialah, “Laporan: Manajemen Operasional Respon Banjir Aceh Utara”. apt. Gde menjelas bahwa, Pokja FK-KMK UGM menjalani pengabdian respon tanggap bencana dengan alur manajemen berupa tahapan persiapan, penyusunan tim, asesmen, dan strategi pelayanan. Apt. Gede menjelaskan dalam menyusun SDM yang siap mengabdi terdapat kolaborasi bersama RSA UGM, RSUP Dr. Sardjito, RSUD NAS untuk menghadirkan tenaga dokter umum, dokter spesialis, ahli gizi, perawat, sanitarian, teknisi IPDSRS, serveuilans, dan mahasiswa.
“Dalam proses pengabdian tanggap bencana ini tercatat kami telah mengirimkan 5 dokter umum, 19 dokter spesialis, 8 apoteker, 4 sanitarian, 3 teknisi IPDSRS, 3 ahli gizi, 3 surveilan, 2 keswa, dan 22 mahasiswa yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada ketahanan pelayanan kesehatan”, kata apt. Gede.
apt. Gede turut memaparkan juga kontingensi yang hendak dilakukan Pokja Bencana FK-KMK UGM. Pertama, pada kebutuhan akademik kontingensi ini direncanakan dapat penyusunan abstrak untuk menghadiri konferensi WADEM 2027 di Paris, penyusunan abstrak dan artikel ilmiah untuk Konferensi AAC Ke-4 di Malaysia. Kedua, pada kebutuhan Dinas Kesehatan Aceh dengan menekankan pelatihan dan pendampingan penyusunan rekon kesehatan provinsi, pedoman HEOC, dan pelatihan penyusunan HDP RSUZA. Ketiga, pada kebutuhan Dinas Kesehatan Aceh Utara dan RSUD Muchtar Habibie menekankan peningkatan status RSUD, pelatihan penyusunan HDP RSUD Muchtar Habibie, dan pelatihan penyusunan PHCDP Baktiya Barat. Keempat, pada kebutuhan AHS UGM dengan menekankan pelatihan calon-calon TCK-EMT Komposit dan penyusunan SOP Bencana in-hours FK-KMK UGM.
“Dari keseluruhan kontingensi ini jika dikerucutkan maka, pembelajaran ini dapat direkam dalam Lesson Learnt and Best Practices, Policy Brief, dan update Permenkes/Kepmenkes” kata Apt. Gede.
Sementara itu, pada pemaparan materi kedua disampaikan oleh dr. Maidar M.Kes selaku PIC HEOC Provinsi Aceh. Adapun materi yang disampaikan ialah, “Laporan Terkini: Manajemen Operasional Respon Banjir Aceh Utara”. dr. Maidar menyampaikan bahwa, bantuan dari Pokja Bencana FK-KMK UGM telah berdampak pada 27 kecamatan, 19 fasilitas, dan peningkatan SDM dalam menjaga ketahan sistem kesehatan daerah. dr. Maidar menegaskan Pokja Bencana FK-KMK UGM bersama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh telah melaksanakan beberapa tahapan manajemen diantaranya, deteksi kesiapsiagaan, aktivasi HEOC kabupaten/kota, rapid assessment, stabilisasi layanan, dan pemulihan awal.
“Kehadiran teman-teman Pokja Bencana FK-KMK UGM memberikan peluang kepada kami (jajaran tenaga kesehatan Provinsi Aceh) untuk berbuat lebih luas dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis analisis resiko”, kata dr. Maidar.
Lebih lanjut webinar PKMK FK-KMK UGM ini mendukung komitmen pada Sustainable Development Goals. Di antaranya, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan komitmen bantuan ketahanan pelayanan kesehatan untuk memulihkan kondisi masyarakat Aceh; SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menekankan komitmen kolaborasi jejaring AHS UGM untuk melibatkan residen dan mahasiswa dalam memberikan bantuan di Aceh; SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi layak dengan menekankan pentingnya pemulihan sanitasi pasca bencana hidrologi; serta, SDG 17: Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan dengan menekankan penting kolaborasi lintas sektor dalam membangun kembali Provinsi Aceh pasca bencana hidrologi (Reporter/Tedy).



